Nasi Liwet Ayam Palekko So Good is Very Good

 

Waktu berjalan begitu cepat sampai saya tidak menyadari bahwa hari ini dalam penanggalan Hijriah adalah tangal 29 Syawal 1438H, hari terakhir di bulan Syawal. Jadual Halal Bi Halal bersama teman-teman belum semua terlaksana, meski sudah satu bulan kita meninggalkan Ramadhan. Bulan Ramadhan  selalu meninggalkan kenangan spiritual. Akankah masih bisa kita merasakan Ramadhan tahun depan ? Ketika di awal-awal bulan Ramadhan, kita hitung-hitung sudah berapa banyak puasa kita, berapa hari lagi menuju Lebaran. Dan ketika saatnya Ramadhan hampir usai, kita baru menyadari betapa sedikit ibadah yang kita lakukan di bulan penuh berkah ini. Ingin Ramadhan diperpanjang agar bisa berlama-lama kita sujud dan memohon kepada Allah. Kita rindu Ramadhan justu pada saat dia harus pergi.

Godaan untuk ikut berbuka puasa bersama teman-teman tidak satu, dua, tiga, atau sebelas, duabelas kali datang. Dari teman SD, SMP, SMA, kuliah di kampus A, kuliah di kampus B belum lagi bukber per kelas, teman kerja di tempat kerja lama, teman komunitas dan lain-lain. Kalau kita turuti, bisa-bisa tiap hari kita buka bersama teman-teman di luar, Kalau waktunya cocok, saya tentu senang hati bertemu dan berbuka puasa bersama teman-teman. Tapi lebih seringnya tidak cocok karena kasihan kalau saya berbuka di luar, anak-anak saya tidak ada yang menemani pada saat berbuka. Satu dua kali saya ikut berbuka biasanya pada saat akhir minggu. Kadang-kadang saya ajak anak-anak, kadang-kadang sebelum pergi saya sudah siapkan lauk untuk berbuka.

Ada satu hal yang saya lihat jadi semacam trend berbuka puasa. Meskipun mungkin beberapa waktu yang lalu sudah banyak orang melakukannya. Cara bancakan yang asalnya dari Sunda sering digunakan untuk menyajikan hidangan berbuka. Nah, dengan cara ini lebih mudah kita untuk lebih akrab antar kawan, juga supaya kita lebih santai karena biasanya kita duduk di tikar. Kalau sudah santai kan jadi enak ngobrolnya. Apalagi ngobrol sama teman yang lama tidak bertemu. Biasanya makanan digelar di daun pisang utuh. Nasi dan lauknya diatur sedemikan rupa sehingga semua peserta pasti mendapat jatahnya masing-masing. Kadang-kadang bancakan menggunakan sistem pot luck di mana para perserta membawa masakan masing-masing. Tapi biar simpel kita bisa tinggal pesan saja. Nasi liwet jadi favorit utama hidangan bancakan. Kadang-kadang cara seperti ini disebut Liwetan. Dan sayapun merasakan nikmatnya makan nasi liwet beserta lauk-lauk pelengkap ala bancakan ini ketika berbuka puasa bersama teman-teman.  Oya, yang enaknya, habis ber-bancakan kita tidak perlu menyuci piring. Tinggal digulung saja alas daun pisangnya.

20108447_1566359210062369_8414730540408739547_n

Buka Puasa bersama teman-teman Pramuka

Kalau kebiasaan keluarga besar kami di Makassar hampir sama dengan model makan di lantai. Biasanya pada saat Lebaran kami berkunjung ke rumah sanak saudara. Di setiap rumah yang kami datangi, tuan rumah selalu menyiapkan makan besar untuk tamunya. Jadi bayangkan kalau 4 rumah saja yang kita datangi, ya empat kali pula kita makan nasi dan lauk-lauknya. Biasanya tuan rumah menata piring lauk di tampah besar yang terbuat dari kaleng tebal. Ini memudahkan mereka membawa beberapa menu dari dapur menuju ruang makan. Jadi ada beberapa tampah besar berisi piring-piring lauk, tergantung dari berapa banyak tamu yang datang. Meskipun sudah makan di rumah pertama, di rumah kedua yang kita datangi tidak ada alasan untuk tidak  makan. Dan anehnya, saya selalu makan di semua rumah yang kami datangi dan rasanya enak-enak saja nggak kebegahan. Ini tamunya lapar maksimal, agaknya Smile

DSCF2999

Lebaran Pulang Kampung

DSCF2879

Harus lewati parit

DSCF2880

Rumah tujuan

DSCF2784

Suasana bersantap di keluarga Bugis Makassar

 

Bancakan nasi liwet ala Sunda dan cara makan serta lauk-lauk yang di hidangkan di Makassar menginspirasi saya untuk membuat makanan yang cepat masaknya, tapi tetap enak yaitu Nasi Liwet Ayam Palekko. Nasi liwet yang biasanya dimakan bersama ayam goreng atau ayam panggang diganti dengan Ayam Palekko khas Bugis. Tadinya saya pikir buat nasi liwet itu ribet, tapi ternyata gampang saja. Begitu juga Ayam Palekko, semua pasti bisa membuatnya.

Kalau kita pergi ke rumah makan Sunda , biasanya nasi liwet dihidangkan di tempat masaknya, yaitu panci kastrol, panci yang terbuat dari alumunium tebal. Keunggulan memasak dengan menggunakan panci kastrol, tidak ada bagian nasi yang mengerak atau menjadi keras, dan memasak nasi lewet menggunakan panci kastrol aroma rasanya khas. Kalau saya memasaknya pakai rice cooker. Lebih ringkas dan tentu saja tidak membuat nasi menjadi kerak di bagian bawahnya.

Bahan-bahan untuk membuat nasi liwet juga mudah saja dan biasanya ada di dapur ibu-ibu di Indonesia , seperti bawang merah, bawang, putih, daun salam, daun jeruk. Mungkin daun pandan yang jarang ada.  Bahan-bahan untuk membuat Ayam Palekko juga tidak susah. Bumbu dapur seperti sereh, bawang merah, bawang putih, cabe rawit/cabe hijau biasanya tersedia. Ayam Palekko ini merupakan makanan khas Bugis yang jadi makanan favorit di keluarga kami.  Rasanya yang pedas dan gurih sangat menggugah selera makan. Ayam Palekko   biasanya menggunakan potongan ayam kecil-kecil dimasak pedas menggunakan cabe rawit. Berhubung anak-anak saya tidak tahan pedas, jadi cabe rawitnya saya ganti dengan cabe hijau besar.

Sebelum saya tuliskan resepnya, saya mau cerita dulu soal ayam yang mau saya gunakan membuat Ayam Palekko. Kita bisa saja membeli ayam di tukang sayur atau di pasar basah, cuma karena saya bekerja harus berangkat pagi pulang malam, jarang ada kesempatan pergi ke pasar, jadi saya beli ayam di supermarket. Di supermarket tentu saja tersedia banyak pilihan ayam, apakah itu ayam utuh atau ayam potong. Satu hal yang kadang membuat ribet jika beli ayam potong adalah kalau sudah masuk ke freezer ayam potong ayam potong itu bersatu padu satu sama lain susah sekali dipisahkan. Padahal saya cuma mau pakai sebagian saja. Tidak bagus kalau semua ayam saya defrost lalu ayam yang tidak dipakai dimasukkan lagi ke freezer.

Saya lihat So Good  Ayam Potong ternyata tiap potongnya tidak melekat satu sama lain meskipun dalam keadaan beku. Jadi lebih enak ambil sebagian tanpa perlu defrost semua potongan ayamnya. Teknologi pembekuan ayam yang canggih yang dilakukan So Good ini namanya IQF atau Individually Quick Frozen). Jadi ayam setelah dipotong langsung dibekukan sempurna dalam waktu 45 menit pada suhu -35 derajat Celcius. Ayam tidak dibiarkan lama-lama di suhu ruang, karena ayam yang lebih dari 4 jam di suhu ruang memancing banyak bakteri dan menuju proses pembusukan. Dengan cara IQF dapat menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga kualitas kesegaran, gizi, cita rasa dan kebersihan ayam tetap terjaga. Di samping masalah saya tadi itu, yaitu potongan ayam yang tidak lengket satu sama lain sehingga bisa digunakan sesuai kebutuhan.

Tentu saja kita memilih bahan makanan harus yang berkualitas supaya hasilnya juga berkualitas. Selain proses IQF tadi, kalau memilih  So Good Ayam Potong pasti ada alasannya, yaitu

1. Kualitas ayam terbaik berasal dari peternakan modern milik sendiri

2. Melalui pembiakan selektif atau selective breeding

3. Dipotong di rumah potong heran bersertifikasi NKV.

NKV adalah Nomor Kontrol Veteriner yaitu sertifikat sebagai bukti tertulis yang sah telah dipenuhinya persyaratan hygiene- sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan pangan asal hewan pada unit usaha pangan asal hewan

4. Ayam tidak disuntik hormon

5. Praktis, tinggal olah, tidak perlu dipotong bahkan dicuci

6. Ayam dikembangkan dan diseleksi untuk mencapai pertumbuhan yang efisien, menghasilkan daging yang banyak dan tidak mudah sakit

7. Proses secara halal dari awal sampai akhir

So Good Ayam Potong bisa kita dapatkan di swalayan-swalayan. Saya membeli So Good Ayam Potong di AlfaMidi dekat rumah saya. So Good Ayam Potong dijual di lemari pendingin yang khusus untuk So Good Ayam Potong, tidak bercampur dengan produk lainnya. Sedangkan varian dari So Good Ayam Potong adalah So Good  Dada dan Paha, So Good Ayam Utuh dipotong 10 dan So Good  Daging Sup Ayam.

 

page1

 

Kita bisa membeli sesuai dengan potongan ayam yang kita sukai atau disesuaikan juga dengan masakan yang akan kita buat. Karena Ayam Palekko biasanya adalah potongan ayam yang kecil, masa saya beli So Good Daging Sup Ayam.

Dengan mengetahui latar belakang proses pembuatan suatu produk kita jadi tenang untuk mengolah bahan masakan. Bahan masakan bukan hanya kita cari yang murah, tapi harus tetap berkualitas sehingga bahan yang kita olah menghasilkan masakan yang lezat dan berkualitas pula.

 

Oke, siap-siap kita masak, ya…

 

NASI LIWET AYAM PALEKKO SO GOOD IS VERY GOOD

Bahan-bahan
Nasi Liwet
4 cangkir beras
5 lembar daun salam
2 lembar daun pandan, simpulkan

3 lembar daun jeruk
1 batang daun bawang, iris setengah cm
1 batang sereh, geprek bagian putih, simpulkan
1 sdm minyak goreng
5 butir bawang merah , iris tipis
3 siung bawang putih, isir tipis
3 cabe merah keriting, potong miring

garam secukupnya
1 ekor ikan peda merah, goreng
Cara pembuatan

1. Cuci beras, masukkan ke dalam rice cooker. Masukkan air untuk memasak nasi. Ukur dengan jari, atau sesuai dengan petunjuk di panci rice cooker.

2. Tumis bawang merah yang sudah diiris, setelah bawang merah setengah matang, masukkan ke wajan bawang putih, daun salam, cabe merah, daun pandan dan sereh.

3. Masukkan tumisan ke dalam panci beras.

4. Tutup rice cooker, lalu nyalakan tombol ‘memasak’. Tunggu sampai air menyusut.

6. masukkan ikan peda merah yang sudah digoreng, letakkan di bagian atas . Tutup kembali hingga nasi matang.

7. Apabila tombol sudah beralih ke mode ‘pemanas’ tunggu beberapa saat supaya nasi menjadi tanak.

8. Angkat ikan peda, suwir-suwir lalu campur ke nasi.

9. Aduk nasi di rice cooker.

page2
Persiapan Nasi Liwet

 

Sementara menunggu nasi matang, kita mulai memasak Ayam Palekko.

Ayam Palekko

Bumbu :
1 bungkus So Good Ayam Potong Daging Sup Ayam

1 buah jeruk nipis

 

Bumbu halus :

15 siung bawang merah

6 siung bawang putih

20 buah Cabe hijau besar (biasanya pakai cabe rawit merah dan hijau tapi saya ganti karena anak-anak tidak terlalu tahan pedas)

3 butir kemiri, sangrai

3buah cabe merah keriting

2 batang sereh, ambil putihnya

2 ruas jahe

1 ruas kunyit , bakar

 

Pelengkap :
3 lembar daun jeruk

3 lembar daun salam

1 sdt ketumbar bubuk

secukupnya : garam, gula, lada

Cara Mebuatan

1. Ambil So Good Ayam Potong, beri perasan jeruk nipis, diamkan 15 menit, bilas

2. Haluskan semua bahan bumbu halus, dan ketumbar bubuk campurkan dengan minyak goreng sedikit

3. Tumis bumbu halus beserta pelengkapnya. masak hingga wangi lalu masukkan ayam

4. Aduk rata, tambahkan air sampai ayam terendam, lalu masak hingga kering

5. Beri garam dan gula

 

DSC08913

So Good Ayam Potong dan bumbu Ayam Palekko

DSC08992

Ayam Palekko sudah matang

DSC08998

DSC09007

DSC09023

DSC09025

Nikmatnya masakan ini mengingatkan masa-masa puasa di Jakarta dan saat Lebaran di kampung. Keduanya berpadu dalam satu set menu masak yang tidak sulit membuatnya dan tidak memerlukan banyak waktu dari persiapan sampai penyajian.

Insya Allah kalau diberi umur panjang , bulan Ramadhan atau Lebaran tahun depan Nasi Liwet Ayam Palekko So Good is Very Good bisa jadi menu andalan.

Selamat mencoba dan selamat masak Smile

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s