Pengalaman Pertama : Kursus Membuat Roti bersama Bungasari

Saya baru sadar bahwa dalam sekian tahun karir saya sebagai foodblogger #haiiyaah ….saya belum pernah sekalipun ikutan kursus masak. Apakah itu kursus masak cake, kue, roti, ataupun makanan lainnya. Paling beberapa kali lihat demo masak. Ya namanya lihat, cuma lihat saja. Tidak pegang bahan, tidak potong bawang, tidak ngapa-ngapain selain lihat dan, tentu saja mencicipi masakan yang didemokan. Ini di luar nontonin chef-chef yang beraksi di tivi, yaa …. ah kalau itu mah nggak kehitung kursus , kan.

Selama ini saya membuat makanan  berdasarkan resep yang saya baca dari blog teman-teman foodblogger lainnya. Enaknya baca resep yang ditulis oleh blogger adalah resep biasanya sudah diujicobakan oleh mereka. Foodblogger biasanya juga memberikan juga tips & trick gimana supaya masakan sesuai dengan yang diinginkan. Tapi banyak juga link resep dari majalah online yang saya suka coba.

Tahun-tahun awal saya belajar masak swamandiri ini memang nggak selamanya mulus. Sering dong gagalnya. Yang salah bahanlah, salah nimbang bahan, kesalahan mengolah bahan,juga  kesalahan dalam proses pemasakan seperti panas api dan waktu masak yang tidak sesuai. Nah, jadi kalau masakan yang saya buat lalu saya jadikan tulisan itu tentu adalah satu yang berhasil dari beberapa yang gagal.

Kalau membuat masakan untuk lauk buat saya nggak terlalu susah. Harusnya baca resep saja sudah bisa buat. Dalam memasak lauk, beda-beda ukuran bahan tidak jadi masalah berarti. Paling rasa atau tampilan yang berbeda. Buktinya banyak dituliskan ‘masukkan garam secukupnya’, ‘ masukkan gula secukupnya’ … tidak pakai ukuran baku, secukupnya saja. Nggak akan gagal total kecuali kita tinggal ke kamar mandi lalu masakannya gosong.

Lain ceritanya kalau kita membuat cake, kue atau roti. Penting buat kita untuk selalu menyiapkan bahan masakan yang sesuai dengan resep. Begitu juga ukuran masing-masing bahan masakan harus diperhatikan. Kelebihan sedikit apalagi banyak tentu sangat berpengaruh pada hasil akhir. Yang paling krusial adalah bagaimana kita memahami resep lalu mengikuti langkah-langkah pengerjaan. Kadang-kadang ada resep yang menulis secara umum saja seperti ‘kocok hingga mengembang’ itu seperti apa mengembangnya ? berapa persen adonan mengembang dari ukuran semula ? Atau kalau resep yang menginstruksikan untuk mengaduk balik adonan. Apa pula mengaduk balik adonan itu ? Tumpahlah kalau dibalik…. Nah, ini kadang yang membuat kita mengalami kegagalan karena ketidaktahuan kita. Daripada berlama-lama mencari tahu, memang lebih baik kita ikutan kursus masak. Tapi herannya saya nggak lakukan itu haha ….

Jodoh tidak ke mana, saya dan teman-teman Indonesia Food Blogger diajak ikutan kursus membuat roti di Bungasari Innovation Class. Aiihh cocok banget deh, karena membuat roti itu susah-susah gampang. Pingin juga tahu dari ahlinya langsung bagaimana membuat roti yang baik dan benar. Kami benar-benar excited dan sudah membicarakan jauh-jauh hari seperti apa kiranya kursus membuat roti ini akan berlangsung. Kami juga berharap ada resep roti Jepang enak yang bisa dipraktekkan nanti. Khusus untuk hari itu saya mengambil cuti satu hari. Gimana nggak dibela-belain , tuh.

***

BUNGASARI DAN BUNGASARI INNOVATION CLASS

Bungasari, nama baru di bidang pertepungteriguan mungkin untuk sebagian orang umum namanya belum begitu menancap erat di otak. Tapi ternyata hanya dalam 6 tahun beroperasi Bungasari sudah berhasil merebut pangsa pasar sebesar 6%. Ini tentu saja karena Bungasari memiliki kualitas dan konsistensi mutu yang senantiasa terjada dalam tingkat tertinggi. Juga keragaman produk berbasis gandum dengan berbagai ukuran serta harga yang terjangkau, lambat laun  Bungasari mulai dikenal di pasar di Indonesia.

 

DSC07043

 

Bungasari Innovation Class, tempat kami belajar, merupakan salah satu dari rangkaian aktivitas Bungasari dalam mendekatkan diri dengan konsumen melalui kegiatan baking dan konsultasi. Program ini juga bertujuan sebagai sarana edukasi guna pengembangan dan pelatihan bagi para pelanggan untuk meningkatkan pengetahuan dalam pengolahan bahan makanan berbasihs terigu dan mengaplikasikannya dengan baik dan benar.

Memang, senang sekali bisa belajar di Bungasari Innovation Class. Fasilitas dan peralatan masakannya sangat memadai. Kami yang dibagi atas 4 grup dan setiap grup terdiri dari 4 orang merasa pengajaran dan praktek berlangsung dengan optimum. Pengajarnya juga top-top banget. Jelas, ya karena Bungasari harus memastikan bahwa para peserta kelas mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang komprehensif yang dapat diterapakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum pelajaran dimulai, saya sudah terkesima dengan beberapa roti peraga. Rasanya gemas sekali memandang roti-roti yang ‘sehat’ menul-menul ini . Kira-kira bisa nggak ya saya buat roti seperti ini setelah kursus berlangsung ? Saya berharap mudah-mudahan dapat resep yang gampang diaplikasikan dan hasil yang sama dengan roti-roti yang diperagakan.

Coba lihat roti-roti ini, apa nggak pingin colek dan cubit ?

page1

page2

 

Kelas Bungasari berlangsung sangat menarik, santai tapi sarat akan ilmu dan diimulai dengan perkenalan oleh Bapak Budiyanto Wijaya, Sales dan Marketing Director PT Bungasari Flour Mills. Tepung terigu yang sampai di rumah kita dalam kemasan plastik ternyata melalui proses yang berkualitas, bersih dan modern. Beberapa peralatan canggih terdapat di pabrik Bungasari yang terletak di lahan seluas 11 ha di sekitar Cigading, Jawa Barat.

Salah satu peralatan modern Bungasari yaitu Flour Blending memungkinkan Bungasari mendapatkan varian tertentu dari olahan gandum. Semisal kita menginginkan terigu dengan spesifikasi khusus, Bungasari dapat menyediakan kebutuhan tersebut.

Yang paling utama dari suatu pabrik adalah produk yang dihasilkan. Bungasari memiliki lebih dari 50 produk terigu dengan masing-masing spesifikasinya. Dan yang paling terbaru adalah produk Kabuki Gold. Yaitu tepung terigu protein tinggi kualitas premium.

Untuk yang sering bermain-main dengan terigu tentu sudah tahu pembagian terigu secara garis besar, yaitu terigu berprotein rendah, terigu berprotein sedang dan terigu berprotein tinggi. Ketiganya memiliki keunggulan masing-masing sesuai dengan hasil akhir yang diinginkan. Contohnya kalau kita ingin membuat martabak, maka sebaiknya kita menggunakan terigu berprotein sedang, sedangkan jika ingin membuat roti kita menggunakan terigu berprotein tinggi.

Saya merasa waktu untuk teori sangat singkat karena memang harus mengatur waktu karena kami akan melakukan praktek bermain-main dengan tepung terigu Kabuki Gold … asiikk ….

 

PRAKTEK, YUK

Saya satu grup dengan jagoan-jagoan masak Vania, Eliza dan Katerina.  Hari itu, ada 6 resep roti ala Bungasari yang akan kami pelajari dan praktekkan yaitu Pullman Cheese Bread,  Melon Pan, dan Straight Dough Method. Ketiganya menggunakan tepung terigu Kabuki Gold. Kemudian roti variasi topping Big Egg Bread, Coffee Hero, dan Melon Pan. Ketiganya menggunakan tepung terigu Niji/Hana Emas.

Pullman Cheese Bread adalah roti pertama yang kami buat. Pullman bread dibuat dengan teknik sponge and dough, dimana kita harus membuat biangnya terlebih dahulu yang harus didiamkan selama 3 jam. Nah, biangnya ini sudah dibuat, kalau enggak kelamaan kami  nunggunya.

DSC07101

Seriusnya Mbak Rien marut keju.

DSC07116

Ada juga kelompok yang isinya orang ganteng semua

 

DSC07128

Pullman Cheese Bread yang baru saja keluar dari oven

page4

page3

Menurut saya ini kursus yang asik banget. Asiknya tuh ada Chef yang bantuin ngerjain, sementara kami malah foto-fotoan …haha …. etapi saya dan teman-teman juga ikut ngebentuk-bentukin roti juga dong. Dan gak perlu kita ngulenin dengan tenaga dalam, kan di sana sudah disediakan mixer highspeed yang tinggal pencet pencet saja.

Nah, hasilnya oke banget kan. Bukan cuma gambar, tapi rasanya benar-benar enak dan lembut sekali. Nggak salah deh kita pakai tepung Kabuki Gold ini untuk membuat aneka roti dengan aneka isian.

Bukan omong kosong yaa …ini saya sharing resep Pullman Cheese Bread yang yahud itu

Resep Pullman Cheese Bread ala Bungasari

Bahan Sponge:
600 gram Tepung Terigu Kabuki Gold
12 gram ragi instan
2 gram bread improver
5 butir telur utuh
150 gram air es
Cara membuat sponge:
1.Aduk tepung terigu Kabuki, ragi, bread improver.
2.Kocok telur dan air dingin, masukkan campuran tepung terigu, aduk dengan mixer kecepatan rendah selama 2 menit.
3.Diamkan adonan selama 3 jam
Bahan Dough:
400 gram Tepung terigu KABUKI
30 gram Susu Bubuk
150 gram gula
20 gram garam
150 gram susu cair
150 gram butter
250 gram keju (potong dadu)

 

Oya, sebelum pulang, kami sempat terpana dengan penjelasan dari Mas Gondrong …aduh siapa ya namanya, Mas Agus kalau nggak salah. Dia akhli pangan Bungasari. Yang bikin terpana adalah pengetahuannya yang luas tentang pangan khususnya yang berhubungan dengan bahan terigu. Dengan teknologi kita bisa menyiapkan bahan sesuai dengan output apa yang ingin kita hasilkan. Misalkan ingin kadar manis yang tidak berlebih, dengan ketinggian tertentu dan tekstur yang diharapkan. Tepung terigu yang digunakan akan diatur sedemikian rupa komponennya sehingga sesuai dengan keinginan.

Seru lah kami kemarin itu. Dan kalau mau ikutan kursus bisa hubungi :

Bungasari Inovation Class

Jl. Pakubuwono VI No. 11 Kebayoran Baru

Biaya pelatihan mulai dari Rp. 199.000

Buka setiap hari dari Senin – Sabtu , pukul 9.00 – 16.00 WIB

Cara pendaftaran : lihat di Fanpage DAPUR INOVASI BUNGASARI

Advertisements

4 thoughts on “Pengalaman Pertama : Kursus Membuat Roti bersama Bungasari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s