Menyelusuri Jejak Kejeniusan Leluhur Meracik Makanan – Kuliner Sulawesi dan Maluku di Signature Restoran

Perlu banyak kata dan rangkaian kalimat jika kita ingin mendeskripsikan  kuliner Indonesia secara lengkap. Kuliner Indonesia  memang sungguh kaya. Negeri Indonesia yang luas ini, yang  terdiri dari  lima pulau besar dan lebih dari 6000 pulau berpenghuni lainnya tentu saja setiap daerah memberi andil terhadap kekayaan kuliner. Satu daerah memiliki ke-khas-an yang berbeda dengan daerah lain. Tiap daerah memiliki budaya yang berbeda-beda tentang bagaimana masakan diolah dan disajikan.

Pada dasarnya, masakan Indonesia terdiri dari makanan pokok berupa nasi, ketela, umbi, jagung atau sagu, dan makanan  lauk pauk yang berasal dari ikan, daging, ayam, sayur mayur. Hampir seluruh masakan Indonesia memiliki cita rasa yang kuat, kaya dengan bumbu-bumbu yang berasal dari rempah-rempah. Dan memang sepertinya tidak ada bentuk tunggal dari masakan Indonesia, yang ada adalah keragaman masakan-masakan daerah.

Dengan jumlahnya yang sangat banyak, jenis makanan yang beragam, cita rasa yang berbeda-beda serta keragaman budaya, salah satu cara mendeskripsikan kuliner Indonesia  adalah dengan mengsementasikan berdasarkan tempat di mana makanan itu berasal.

Dan dalam rangka menyambut 70 tahun Indonesia Merdeka juga bertepatan dengan 53 tahun ulang tahun Hotel Indonesia Kempinski Jakarta , Hotel Indonesia Kempinski Jakarta , menyediakan masakan khas Indonesia dari lima wilayah Nusantara selama 5 minggu, dari tanggal 5 Agustus sampai dengan tanggal 8 September dalam acara yang bertajuk  Five Foodie Islands in Five Weeks at Hotel Indonesia. Masakan khas Indonesia yang dihidangkan berasal dari Sumatera, Jawa, Bali-Lombok, Kalimantan dan Sulawesi-Maluku.

Jadual acara hidangan Sulawesi- Maluku adalah antara tanggal 2 sampai 8 September 2015. Saya datang ke sana  tanggal 2 September pada saat jam makan siang. Pada saat itu tidak banyak tamu yang hadir di Signature Restoran yang terletak di lantai dasar Hotel Kempinski.

Hidangan Sulawesi buat saya bukan hidangan yang asing, apalagi sejak punya mertua yang asalnya dari Sulawesi. Setiap pulang ke Makassar kami pasti merasakan lezatnya Coto Makassar di tempat asalnya. Bukan cuma coto, ada konro, sop sodara, palubasa, kapurung semuanya enak-enak. Menurut saya ini adalah hasil dari kejeniusan para leluhur yang dengan sangat pandainya meracik bumbu-bumbu, mengolah bumbu dan bahan masakan lain menjadi hidangan khas daerah yang fenomenal.

Ada satu yang saya perhatikan dari hidangan Sulawesi yang saya makan selama ini. Itu , lho ..penggunaan jeruk nipis ! Jeruk nipis dipakai hampir di setiap hidangan Sulawesi. Tentu saja jeruk nipis ini membuat masakan jadi lebih ringan dan segar. Dan jangan salah, makan bakso di Makassarpun kita dikasih jeruk nipis ! .. 🙂

Nah, di Signature Restoran ini mari kita menyelusuri hidangan-hidangan unggulan dari Sulawesi-Maluku, mencari jejak-jejak perjalanan para leluhur untuk menciptakan masakan yang dapat diterima dan diapresiasi sangat tinggi dari jaman dahulu sampai sekarang dan Insya Allah selamanya.

IMG_1913

Sajian di atas adalah ‘sushi’-nya Maluku. Irisan tipis ikan tuna mentah ini ternyata menjadi appetizer yang lezat apalagi setelah diberi irisan cabe rawit merah dan bawang. Sushi tuna ini membuka jalan-jalan kuliner saya hari itu. Selain sushi tuna, hidangan yang menjadi pembangkit selera adalah Selada Udang ala Sulawesi. Irisan tipis buah pepaya mengkal yang disiram dengan kuah pedas segar serta diberi udang rebus ini memang enak sekali. Jangan terlalu banyak mengambilnya supaya selera makan kita terjaga untuk  dapat menikmati hidangan lainnya.

IMG_1859

Setelah mengikuti Grup Food Combining saya baru mengerti kalau makan buah sebaiknya dilakukan sebelum makan makanan utama. Kebalik, ya dengan pengertian kita selama ini. Buah adalah hidangan cuci mulut dan kita cuci mulut pada saat  selesai makan hidangan utama. Berhubung saya ngikuti pola hidup Food Combining (secara acak … #ngaku) , jadi saya ambil rujak yang nikmat ini untuk memperlancar proses metabolisma tubuh.

IMG_1924

Hidangan Sulawesi – Maluku ini bukan saja ada di meja utama. Ada beberapa meja digunakan untuk menyajikan bermacam hidangan Sulawesi – Maluku. Saya agak bingung bagaimana cara menikmati hidangan yang tersedia. Tidak semua hidangan saya coba, lho .. Gila aja bisa langsung over weight banget ! Saya juga ngambilnya hidangannya sedikit-sedikit, sekenyangnya asal tidak dibuang-buang. Saya putuskan untuk mengambil sedikit-sedikit saja. Setidaknya dangan cara demikian saya bisa merasakan bermacam hidangan.

IMG_1872

Hidangan khas Sulawesi – Maluku biasanya dilengkapi dengan sambal mentah yang terdiri dari irisan tomat, irisan bawang merah dan irisan cabe rawit. Jangan lupa juga dengan sambal roa yang sanggup membangkitkan selera makan kita. Signature Restoranpun menghidangkan ikan bakar dan daging panggang yang dilengkapi dengan sambal roa. Perpaduan ini benar-benar sempurna.

IMG_1946

Nah, coba deh memadukan daging panggang ini dengan berbagai macam sambal. Yummy …. !

Salah satu ciri khas hidangan Indonesia Timur adalah asupan karbohidrat bukanlah dari nasi saja tapi kita bisa memakan lauk pauk bersama umbi-umbian, pisang rebus, bahkan sirsak yang dikukus ! Buat kita yang terbiasa makan lauk dengan nasi tentu saja ini adalah pengalaman makan yang menarik.

IMG_1962

Uppss… saya hampir ketinggalan dengan hidangan yang satu ini. Siapa yang tidak kenal Coto Makassar ? Coto Makassar terenak yang pernah saya makan pastinya di Makassar dong. Coto di Makassar biasanya menggunakan bumbu yang cukup ‘mlekoh’. Kadang-kadang masih kita temui bumbu yang tidak sempat tergiling halus. Tapi justu kenikmatannya datang dari situ. DItambah dengan ceceran kuah yang sepertinya secara serampangan dituang ke mangkuk coto yang kecil, membuat saya jadi kangen coto di Makassar.

Kalau tidak punya sanak saudara di Makassar dan ingin menikmati coto enak, coba saja datang ke Coto Gagak… Huhu…ini bukan burung gagak dibuat coto, yaa .. tapi kebetulan letak rumah makannya di Jalan Gagak. Mau tau lagi yang lebih ‘seram’ ? Terkenal juga nama Palubasa Srigala ! … Ohh maakkk … jalan Srigala, yaa … jangan mikir macam-macam 🙂

Nah, Coto Makassar hadir juga di Signature Restoran. Tentu saja dengan penampilan yang lebih ‘clean’ dan lebih priyayi.

IMG_1853e

Ada satu hidangan yang musti saya tulis di sini, yaitu daging olahan khas Toraja , namanya Pantallo Pamarason. Sound familiar, no ?

IMG_1886

Hidangan ini adalah olahan daging sapi dengan bumbu utama menggunakan keluwak atau dalam bahasa Torajanya adalah pamarassan. Dari beberapa sumber resep, Pantallo Pamarassan ini juga bisa menggunakan  ikan gabus sebagai pengganti daging. Proses masaknya seperti proses masak pada umumnya yaitu dengan menumis bumbu yang berasal dari bawang merah,jahe, lengkuas, cabe, keluwak, garam dan beberapa bumbu lainnya. Lalu daging kita masukkan ke wajan , dimasak sampai matang.

Selain masakan utama, di Signature Restoran juga disediakan hidangan pencuci mulut dan snack khas Sulawesi seperti jalangkote, es palubutung dan juga klapertaart.

IMG_1980

Merasakan hidangan lezat Nusantara ini membuat kita mengapresiasi hasil karya masakan-masakan yang  diturunkan oleh para leluhur kita. Menjaga agar masakan tersebut tidak punah tergantikan dengan masakan dari luar Indonesia tentu adalah tugas kita sebagai warganegara Indonesia. Masakan-masakan Nusantara ini juga bisa menjadi pemikat para wisatawan untuk datang dan berkunjung ke Indonesia. Merasakan dan menikmati kekayaan kuliner Nusantara di tempat asalnya.

Advertisements

29 thoughts on “Menyelusuri Jejak Kejeniusan Leluhur Meracik Makanan – Kuliner Sulawesi dan Maluku di Signature Restoran

    • Aku ga tau kalau ini asli sana atau bukan. Sepertinya fusion dengan model sushi Jepang , makannya bukan pakai wasabi tapi diganti irisan cabe & bawang. Enak juga loh, Yun 🙂

    • Aku juga baru tau kalau irisan putih-putih itu sirsak. Rasanya agak plain mengarah ke manis. Semriwing gitu manisnya.

  1. Mba Ningsih ulasannya keren! Ikan mentah itu nama menunya gohu kan, Mba? Pas aku kesana ikannya ga mentah banget gt, ada sedikit2 yg agak matang. Gohu ikan itu kalo aku baca2 (hasil browsing) sih makanan tradisional asli Sulawesi yah (lupa nama daerah tepatnya), konsepnya kayak ceviche 🙂 CMIIW

    • Thanks ya mbak Andriani. Gohu itu bukannya semacam pepaya muda yang diparut terus dikasih kuah pedes, ya ? hehehe .. kalo saya pernah cobain namanya Lawa. Ikan mentah seperti ikan teri yang dikucuri jeruk nipis dan dikasih parutan kelapa. Enak juga sih. Saya makan di kampung di Barru Sulsel, kira-kira 2-3 jam dari Makassar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s