Serbet Sebagai Pelengkap Food Photography – feat. Martabak Manis

Salah satu property yang digunakan dalam food photography adalah serbet. Serbet atau napkin bisa memberi aksen dan menambahkan ‘cerita’ pada foto makanan. Ada kalanya serbet musti kita setrika terlebih dahulu supaya tidak terlihat kusut. Serbet yang mulus, halus dan licin bisa memberikan kesan mewah pada foto makanan. Tapi ada kalanya serbet ala kadar yang kita baru kita pakai untuk mengangkat loyang panas dapat juga kita jadikan sebagai property. Nggak perlu disetrika segala. Gosong-gosong kena panas atau sambaran api malah bisa menambah aksen pada foto kita. Kapan kita pakai serbet yang kinclong atau serbet yang biasa dipakai operasional di dapur tentu saja disesuaikan dengan tema dari foto kita.

Kemarin saya membuat martabak manis yang resepnya sedang hits di grup NCC untuk bekal sekolah anak saya. Saya nggak nyangka juga ternyata membuat martabak manis bisa semudah itu … cieehhh…gitu deh kalo langsung sukses. Tapi memang resepnya jaminan mutu. Gampang membuatnya, rasanya juga tidak mengecewakan.

Martabak hasil prakarya ini langsung saya jadikan contoh bagaimana serbet bisa meningkatkan kualitas foto kita.

Piring martabak saya letakkan di atas kotak berwarna marun. Sengaja saya pilih warna marun untuk menyesuaikan dengan salah satu warna yang ada di motif piring(dan juga kebetulan adanya box marun ..hehe) . Sebenernya saya sudah suka dengan style foto ini. Simple dan bisa menonjolkan makanan yang disajikan. Coba bagaimana kalau kita tambahkan serbet warna kuning.

Nah, gimana kalau sudah diberi serbet ?

Dan ini saya lengkapi dengan pisau sebagai tambahan property.

Dengan penambahan serbet dan pisau sebagai property pelengkap, kita bisa sedikit ‘bercerita’ kalau martabak mini ini disajikan sebagai sarapan di pagi yang cerah. Perlukah dilengkapi dengan segelas jus atau susu ? silakan aja dicoba J. Atau martabak manisnya dipotong segitiga lalu ditarik sedikit ke arah luar …ah pas moto gak kepikiran …hehe …

Saya mau cerita soal martabak manis ini.

Resep saya lihat di blog milik Mbak Rina Rinso. Saya ikuti semua ingredient dan cara masaknya. Cuma saya tidak menggunakan cetakan martabak mini. Saya pakai teflon biasa diameter 18cm.

Catatan saya untuk pembuatan martabak ini adalah menggunakan api kecil saja. Lalu wajan teflon tidak perlu diberi margarine/minyak, atau sedikit saja dioleskan ke wajan. Setelah adonan dituang, tidak lama akan membentuk rongga-rongga. Kalau rongganya sudah rata, tutup sebentar wajan supaya panasnya bisa mematangkan adonan dengan sempurna. Tapi hati-hati jangan terlalu lama di wajan karena martabak ini tidak dibolak-balik jadi adonan yang menempel di wajan berpotensi gosong kalau kelamaan.

Satu lagi, saya selalu gagal dengan adonan pertama yang masuk ke wajan. Sepertinya memang karena saya memberi margarine sebelum menuang adonan, jadi adonan seperti tidak menempel ke wajan. Akibatnya tidak terjadi rongga-rongga pada martabak yang pertama ini. Untuk adonan yang masuk nomor dua dan selanjutnya tidak ada masalah. Karena itu saya beri catatan bahwa wajan teflon tidak perlu diberi margarine. Atau untuk adonan pertama yang masuk ke wajan sedikit aja. Kalau gambar di bawah ini adalah adonan terakhir. Lihat rongga-rongganya rata di seluruh permukaan …

Nah, lihat deh rongga-rongga yang terbentuk. Suka banget ternyata bisa juga saya bikin martabak.

Martabak bertebaran di sela-sela sinar matahari pagi.

Resep :

Martabak Bolu Mini

(taken from http://ala-rinarinso.blogspot.com/2013/12/martabak-bolu-mini.html)

Bahan : 250 gr terigu serbaguna (segitiga biru)

50 gr gula pasir

1/4 sdt baking powder

1/4 sdt garam

300 cc susu cair

3 butir telur

30 gr gula

1/2 sdt fermipan/ragi instan

1/4 sdt baking powder

50 gr mentega dicairkan

Taburan di atas : butter gula pasir susu kental manis keju parut cokelat meises

Cara membuat :

Campur jadi satu terigu, gula, baking powder, dan garam.

Masukkan susu sedikit demi sedikit sambil di aduk dengan whikser.

Setelah tercampur rata masukkan fermipan dan istirahatkan selama 30 menit.

Di tempat lain kocok telur dan gula (kocok lepas aja pakai garpu) kemudian masukkan ke dalam adonan yg sudah di istirahatkan selama 30 menit.

Terakhir masukkan mentega cair dan baking powder. Panaskan cetakan, ambil 1 sendok sayur cetakan, biarkan sampai adonan mengembang dan berlubang, taburi dengan gula kemudian tutup hingga matang.

Angkat martabak dari cetakan dan beri olesan butter, kemudian beri susu kental manis dan keju atau meises atau topping sesuai selera sebagai taburan.

Uppss…. Kayanya ada langkah yang saya tidak lakukan yaitu memasukkan baking powder yang kedua (yang dicampur dengan mentega cair).

Okeehhh…next time dibuat lagi sesuai resep plek ketiplek !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s