Belajar Low Light Photography – Strawberry Forever

 

Saya beli strawberry ini minggu yang lalu. Nggak ada rencana buat dibikin apa. Cuma naksir aja sama itu strawberry ketika jalan-jalan di All Fresh. Karena belinya weekday, jadi strawberrynya mengendap beberapa hari di kulkas. Untungnya ketika mau dikaryakan hari sabtunya masih banyak yang segar. Beberapa sudah loyo dan membusuk, ih sayang, ya.

Saya pingin bikin smoothies, tapi nggak ada yoghurt. Pingin bikin strawberry cheesecake nggak punya cream cheese …. Yaaa gimana donggg …. Akhirnya saya iseng nih foto-fotoin strawberrynya aja, nggak diolah jadi apa-apa. Palingan mentok-mentok bikin jus strawberry.

f/3.2, iso 400, exposure time 1/200 sec, focal length 50mm, exposure bias 0 step, no flash

 

Jadi posting sekarang maksudnya sharing tentang food photography . Bukaaan …. bukan … bukan maksudnya udah jago yaa jadi sharing-sharing-an. Tapi siapa tau bisa berguna buat teman-teman yang lain.

Ini ‘studio’ odong-odong saya. Satu buah meja yang dibuat alakadarnya, minimal kuat buat taro makanan. Kalau taro yang lebih berat bisa oglek secara itu didisain dan dibuat sama orang yang sama sekali tidak berpengalaman bikin meja ..hihi … Terus terang ah … itu meja dibuat dari kayu kaso yang rencananya mau dipakai benerin rumah sama suami saya. Berhubung jadi meja, nggak jadi deh kita benerin rumah …huuu…kesian banget.

Papan alas yang saya pakai adalah papan dari kayu jati belanda. Saya cat warna silver. Sebenarnya saya pingin warna hitam semburat silver,tapi ketika ke tukang bangunan kebetulan tidak ada cat warna hitam, jadi semuanya saya cat silver secara merata.

Sebelah kiri meja adalah jendela dan pintu. Satu-satunya penerangan ciptaan Allah SWT yang saya pakai. Untuk reflector saya pakai kartu bekas undangan nikah yang saya lapisi kertas alumunimum. Cuma itu saja property yang saya pakai.

Yang membuat cahaya di belakang obyek menjadi gelap karena kamera saya arahkan ke dalam rumah. Di samping itu saya atur setting kamera underexposure. Saya nggak tau apa secara teori hal tsb. benar. Untuk masing-masing foto Ini saya kasih setting-settingnya.

 

Reflectornya sederhana banget, dan sangat fungsional. Tips untuk buat reflector macam ini, cari undangan yang bisa dilipat, jadi mudah untuk diberdirikan.

f/3.2, iso 400, exposure time 1/200 sec, focal length 50mm, exposure bias 0 step, no flash

 

f/3.5, iso 400, exposure time 1/200 sec, focal length 50mm, exposure bias 0 step, no flash

 

f/3.2, iso 400, exposure time 1/200 sec, focal length 50mm, exposure bias 0 step, no flash

 

f/3.2, iso 400, exposure time 1/125 sec, focal length 50mm, exposure bias 0 step, no flash

 

f/3.2, iso 400, exposure time 1/200 sec, focal length 50mm, exposure bias 0 step, no flash

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Belajar Low Light Photography – Strawberry Forever

  1. Makasih sharingnya mbak. Kemarin coba tanya lensa makro karena pengen bikin foto cakep kayak gini. Pas liat banderol harganya malah mau pingsan. Kamera sama lensanya mahalan lensanya 😦

  2. Mbak Ika, kameranya bagus lho. Saya suka tuh yang warna putih, keren. Tinggal latihan aja, Mbak. Coba pake mode manual ikutin settingan saya aja dulu. Yang penting perhatikan cahayanya sama kameranya jangan goyang pas ngejepret. Selamat nyobain yaa .. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s