Tumis Bunga Pepaya

Salah satu sebab saya memilih membeli rumah yang saya tempati sekarang adalah karena ada halaman di samping rumah yang cukup luas. Di mana coba di Jakarta kita bisa ketemu rumah dengan halaman luas dengan harga yang masih dalam jangkauan pengantin baru (pada waktu itu) ? Dan ketika pertama kali datang untuk survey, saya sudah langsung menjatuhkan pilihan, meskipun kondisi rumahnya tidak begitu bagus karena memang rumah tua yang ubinnyapun masih pakai teraso. Namanya jodoh, Alhamdulillah kami bisa membeli, tepatnya mencicil untuk bisa memiliki rumah ini.

Di halaman samping rumah tumbuh pohon pepaya, katanya jenis Pepaya Gantung. Disebut pepaya gantung mungkin karena buahnya seperti bergantung pada tangkai yang lebih panjang dari pada tangkai buah pepaya di pohon pepaya jenis yang lain. Saya tidak memperhatikan soal buah, karena pohon pepaya ini jarang sampai fase berbuah. Bagaimana mau berbuah kalau bunganya selalu diambil ?

Awalnya saya nggak ngerti kenapa beberapa tetangga minta bunga pepaya ini. Sedikit wawancara, ternyata mereka akan menumis bunga pepaya tersebut. Sebagai pemilik, saya juga pingin dong nyobain memasak hasil kebun sendiri.

Bunga pepaya ini pahitnya top sekali. Kadang bingung juga ya sama masakan-masakan pahit yang digemari orang-orang, seperti pare misalnya. Hidup ini sudah pahit, ngapain ditambah-tambah makan yang pahit ? …jiahh…. Level pahit bunga pepaya jauh di atas pare, eh ini menurut saya. Ibaratnya pahitnya pare seperti kita pahitnya diputus pacar, nah bunga pepaya itu ibaratnya kita diputus sama pacar yang taunya dia kemudian pacaran sama sesame jenisnya eeeiiii….hiiiiiii…… itumah bukan pahit lagi … .pahit banget campur geli … ha ha ha….. Untuk menghilangkan rasa pahit di pare, kita bisa merendam pare dengan air garam lalu diremas-remas. Cukup dengan langkah itu pare sudah bisa jadi hidangan yang enak, ada semburat rasa pahit tapi nggak kebangetan.

Tapi jangan coba cara itu untuk menangani bunga pepaya kalau tidak mau makanan kita buang percuma. Pahit bunga pepaya akan awet meski sudah kita rendam air garam, lalu diremas-remas, meskipun dilakukan berulang kali. Saya pernah dulu ngalamin seperti ini …. Ampuun deh pahitnya, sampai kibarin bendera putih !

Ada yang bilang rasa pahit di bunga pepaya akan hilang jika kita rebus dengan pecahan genteng merah. Jaman gini genteng siapa yang boleh dipecahin cuma buat ritual masak memasak ? Percaya deh, dengan merebus bunga pepaya dan ditambahkan sedikit garam sudah bisa menghilangkan rasa pahit itu. Rebusan pertama rasa pahit masih ada, rebus lagi untuk kali ke dua. Cuci bunga pepaya dalam air mengalir sembari diperas. Siap deh buat diolah. Nggak perlu pakai genteng segala.

Tapi sayangnya, pohon pepaya di halaman rumah saya ini lama kelamaan mengering lalu mati. Mungkin memang sudah saatnya.

Sabtu kemarin saya musti datang ke Open Day di sekolah anak saya. Ternyata saya salah baca undangan yang seharusnya jam 9.30 saya datang jam 8.30. Daripada bengong di sekolah, saya kemudian pergi ke tempat ngumpulnya beberapa tukang sayur, yang kebetulan letaknya nggak jauh dari sekolah anak saya.

Di sana saya ‘nemu’ sekantong plastik kresek bunga pepaya. Mengenang masa lalu, kemudian saya beli bunga pepaya itu. Harganya enam ribu rupiah. Harga segitu sepertinya sudah murah kalau dibanding dengan harga cabe merah besar yang harganya seribu rupiah satu buah. Atau sekantong bawang merah isi sekitar sepuluh butir seharga lima ribu rupiah.

Begitu juga teri medan yang cuma sekuprit ini harganya lima ribu rupiah. Saya baru tahu setelah sampai rumah kalau teri medannya bercampur dengan ebi kering … bonusnya ya J

Nah, ini setelah digoreng.

Dan salam dan daun kemangi metik di kebun.

Untuk resepnya simpel saja.

Setelah bunga pepaya direbus dua kali dan dibersihkan sekali lagi dengan air mengalir, saya lalu menumis irisan 4 butir bawang merah. Setelah tumisan bawang merah setengah matang, saya masukkan irisan 2 butir bawang putih, sereh, lengkuas dan irisan 2 buah cabai merah besar. Lalu masukkan bunga pepaya.

Untuk bumbu lainnya saya sesuaikan dengan yang ada di dapur. Saya beri saus tiram, minyak wijen, kecap asin dan kecap manis. Masukkan teri medan yang sudah digoreng terlebih dahulu. Aduk-aduk lalu tambahkan garam dan gula.

Advertisements

3 thoughts on “Tumis Bunga Pepaya

  1. Salam Kenal, Kami Dari CV. Family Farm_Bogor Menjual Bunga Pepaya (Gandul/Gantung), Kualitas dijamin Super, Harga Bersahabat…insyallah stock ready, karna kami memiliki 10.000 pohon pepaya gandul/gantung Info lebih lanjut Gunawan Wa ; 085881406929 Pin ; 577C1F7C Email ; gunawanunpam@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s