Nasi Kerabu Biru , Birunya dari Bunga Talang

Nasi Kerabu Biru

Birunya dari Bunga Talang

Terasa hati tertusuk sembilu

Ketika masanya tak punya uang

Hiyaa berpantun asal hehe J

Alkisah posting ini bermula, awalnya dari pohon berbunga ungu yang nempel di tembok samping kamar mandi di rumah saya. Daunnya bundar, halus dan sangat lebat. Saya (tadinya) kira namanya tanaman saga. Saya beli ketika ada pameran tanaman di Lapangan Banteng di kelompok tanaman obat. Sebenarnya nggak asal beli. Waktu itu sudah diberi tahu tukangnya nama dan guna masing-masing tanaman. Tapi ya namanya saya agak-agak pelupa gitu, nama tanaman dan gunanya jadi ketukar-tukar. Tadinya tanaman ini tidak ada bunganya, tapi beberapa minggu yang lalu muncul bunga-bunga warna biru keunguan. Hmm. . kalau dibilang kontras dengan daunnya yang hijau, juga enggak sih. Cuma bunganya kelihatan menarik, birunya keren.

Foto ini pernah saya posting di sini.

Kemudian, dari pembicaraan di group FB saya jadi tahu kalau tanaman ini bukan saga, tapi telang. Bunganya disebut bunga telang, ya iya lahh … Bunga telang ini dapat digunakan sebagai pewarna alami yang menghasilkan warna biru.

Melihat begitu ‘berharganya’ tanaman ini, yang tadinya saya cuekin sekarang dapat perhatian ekstra dari saya. Saya mulai merapikan daun-daun yang mulai merambat ke sana-kemari. Saya buatkan jalur dengan menggunakan tali rafia.

Saya coba ambil satu kuntum bunga telang, lalu saya rendam semalaman dengan air mentah. Besoknya air sudah berubah berwarna biru lembut.

Berhubung bunganya cuma sedikit, saya musti memanfaatkan semaksimal mungkin. Saya cari-cari info resep apa yang pakai bunga ini sebagai pewarna. Salah satu yang menarik adalah resep nasi kerabu dari Kelantan. Katanya sih kerabu artinya sayuran mentah. Jadi nasi kerabu ala Kelantan itu adalah beras yang dimasak dengan air biru yang berasal dari bunga telang. Nasi itu dilengkapi dengan lauk pauk seperti telur asin, urap, kuah santan, abon ikan, ikan goreng dan lauk-lauk lain.

Nah, yang saya akan buat mirip-miriplah. Disesuaikan dengan bahan yang ada di rumah.

Ai lihatlah warna bunga telang ini. Birunya keren , ya.

Untuk menghasilkan warna biru, saya merebus sekitar 25 kuntum bunga dengan sedikit air. Muncullah warna biru yang cantik.

Ternyata Afif, anak saya yang kecil, tertarik dengan acara saya merebus bunga. Buat dia ini bisa jadi eksperimen baru. Dia pakai sisa air birunya buat percobaan kimia J

Airnya disaring dan dimasukkan ke semprotan.

Sementara Afif asik bermain, air rebusan bunga telang ini saya tambahkan air buat masak nasi seperti biasa. Warna air tidak berubah meski volume air saya tambahkan. Beras saya masukkan rice cooker, buat wangi-wangi saya sisipkan daun pandan yang sudah diikat.

Untuk lauknya, yang saya buat adalah :

  • Sambal goreng bola-bola daging cincang
  • Tumis toge wortel
  • Kering teri kacang
  • Abon ikan oleh-oleh dari Makassar

Untuk tumis toge wortel ini biasa saja. Wortel saya potong seukuran korek api. Saya tumis bawang putih yang sudah dicincang, masukkan wortel, lalu beberapa saat kemudian saya masukkan toge. Bumbunya tinggal diberi garam, lada dan sedikit saus tiram. Tumis sebentar saja lalu angkat.

Kering teri kacangnya bukan saya yang buat. Kemarinnya saya pesan sama asisten di rumah supaya dia buatin.

Kalau abon ikan ini oleh-oleh dari Makassar. Ada om yang jadi nelayan. Salah satu cara dia mengawetkan makanan salah satunya dengan membuat abon ikan. Saya nggak tau deh caranya gimana. Abon ikan ini kalau orang Makassar bilang, jabu’-jabu’ , biasanya buat cocolan makan tumbu. Tumbu itu sendiri semacam lontong yang dibuat dari beras ketan. Ini enak banget loh, makan tumbu sembari cocol cocol jabu’-jabu’. Memanfaatkan jabu’-jabu’, saya jadikan salah satu pelengkap nasi kerabu.

Kalau sambel gorengnya, saya dong yang buat. Ini yang musti disiapkan :

  • 300 gram daging cincang, diberi garam sedikit, aduk rata lalu dibulat-bulatkan.
  • Haluskan 4 siung bawang merah, 2 siung bawang putih, 2 buah cabai merah besar, sedikit terasi bakar, kemiri. Eh ini bukannya sombong, ya … kemarin tuh kemirinya saya ganti sama almond, soalnya pas ke warung, kemiri nggak ada. Berhubung ada almond ya pake deh … kan rasanya beda-beda tipis. Cuman harganya ada yang beda jauh J
  • Geprek lengkuas, iris tipis 3 buah cabai merah besar, iris tomat 1 buah.
  • Tumis bumbu halus, tambahkan lengkuas dan daun salam, lalu masukkan irisan tomat.
  • Masukkan daging cincang yang sudah dibulat-bulatkan.
  • Beri santan kara secukupnya.
  • Masukkan irisan cabe merah besar.
  • Masak sampai matang.

Nah ini hasilnya :

Eh ini ada cerita yang ketinggalan.

Hari minggu kemarin minta tolong suami bantuin bikin jalur pakai tali raffia buat bantu rambatan batangnya. Kata suami, ini pohon apa sih ,bu ? Kata saya, pohon telang ! Suami mendelik, terus tanya lagi, pohon apah ? Saya ulang dengan datar, telang ! Lalu suami bilang, ibu tau nggak telang itu bahasa Makassarnya apa ? Saya jawab, ya nggak tau lah gue orang Jawa .. he he … Emang apa ? Tanya saya. Kata suami, ituh miss v (upss). Untung aja udah dapet info dari grup Makan Enak Yuk, saya jawab lempeng-lempeng ajah, nama latinnya ajah Clitoria Ternatea .. xixi … Sekarang pohon telang di rumah tinggal daunnya saja yang hijau dan rimbun setelah bunganya saya petik buat pewarna Nasi Kerabu.

Advertisements

4 thoughts on “Nasi Kerabu Biru , Birunya dari Bunga Talang

    • Saya lihat posting Mbak Pepy, ambil info dari situ juga. Seperti biasa, fotonya Mbak Pepy keren banget πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s