Minggu Pagi dengan Potato Au Gratin

Hari minggu ini orang-orang di rumah pada malas-malasan. Itu karena kemarin, hari sabtu, kami melakukan hat-trick datang ke acara nikahan di tiga tempat. Belum lagi pagi-paginya ke bandara jemput oleh-oleh yang dibawa ibu mertua dari Makassar. Ibu mertua setelah itu ke Bandung, ke rumah adik ipar, kami kebagian satu kardus oleh-oleh.

Jadi hari sabtu kemarin setelah dari bandara, kami balik lagi ke rumah karena ada undangan dari tetangga. Habis itu ke Pondok Indah, lalu Cilandak dan terakhir ke Bekasi baru balik ke Joglo. Capenya berasa sampai pagi. Mangkanya pada males-malesan bangun. Kecuali saya , dong.

Emang ya namanya kebiasaan. Biar tidur malam, paginya otomatis bangun pas alarm bunyi ayam yang berisik banget itu berbunyi. Kadang-kadang saya menulikan kuping, tidur lagi rasanya lebih enak. Nah detik-detik itu tuh yang dibilang setan lagi mengganggu kita yang musti bangun subuh. Hayoo setan !!! Pergi kau !! Bangun ah bangun, masa kalah sama setan.

Rencananya saya mau bersih-bersih kebun. Rumputnya sudah tinggi. Banyak kantong tanah yang kosong karena tanaman yang kering merana. Malah sebagian kantong tanah sudah ditumbuhi rumput liar. Saya kadang heran sama tanah di rumah saya yang baik banget sama rumput liar. Gampang banget itu rumput menguasai taman samping rumah. Yang buat heran tuh, tetangga samping rumah dan depan rumah tanahnya aman-aman aja dari rumput liar. Malah tanahnya garing warna merah. Nah kalau sudah gitu, mending saya bersyukur rumah saya tanahnya lebih subur dari tetangga. Tongkat dan kayu jadi tanaman.

Tapi saya cuma berhasil mengumpulkan kantong-kantong tanah di dekat pohon palem. Cape mau beres-beresin daun-daun yang mulai meliar atau cabut-cabutin rumput. Tapi kalau foto-foto sih nggak cape yaa … hehe … ini hasil jepretan tadi.

Saya lupa ini tanaman apa. Kalau nggak salah Saga. Saya beli di pameran di Lapangan Banteng. Waktu itu cuma satu batang saja, tapi sekarang sudah menguasai satu sisi tembok samping kamar mandi.

Pohon Delima sedang keluar bunganya. Selama ini saya nggak pernah nyobain rasa Delima dari pohon ini. Selalu keduluan sama codot :p Kali ini mudah-mudahan bisa nyobain karena bunganya lumayan banyak, malah ada dua yang sudah berbentuk buah. Mudah-mudahan codot kasih kesempatan yang punya kebun buat ngerasain hasil kebunnya. Masa sih si codot nggak mau berbagi sama saya.

Ini yang sudah berbentuk buah delima. Bertahan ya , bro. Yes, you can survive !

Ada juga yang merah-merah.

Kelopak-kelopak bunganya berguguran di jembatan kolam.

Di antara yang hijau-hijau.

Sulur-sulur Bunga Basil.

Sejak punya pohon ini, kalau saya masak yang berbau-bau Italia selalu ditambahkan Basil segar, tinggal petik daun Basil dengan royalnya. Buat yang mau beli tanaman Basil saya kasih tau ya. Kalau pas nginep di Safari Garden Hotel atau lewat situ, coba jalan ke tempat paling ujung dari hotel, arah ke tempat parkiran bis. Di sana ada tempat pembibitan. Saya beli pohon basil ini sepuluh ribu rupiah per kantong tanah. Apa aja di sana dijual sepuluh ribu rupiah. Saya juga beli kecombrang di sana. Cobain deh ke sana kalau tertarik.

Penjaga kebun.

Kalau foto yang ini diambil beberapa minggu yang lalu.

Saya sebenarnya agak malas masak. Ini karena ibu mertua sudah bawain ikan bakar yang enak banget. Selain itu ada jalangkote, pastel khas Makassar. Di tambah beberapa bungkus tumbu dan bumbunya. Tumbu itu seperti lontong yang terbuat dari ketan. Sedangkan bumbu untuk makan tumbu adalah tumbukan ikan kering yang dicampur kelapa yang disangrai.

Tapi kemarin Kakak Fachry order masakan yang terbuat dari kentang. Ini mentang-mentang hari kamis pas libur panjang dia malah sakit panas dan tenggorokannya sakit. Dia minta dibuatkan puree kentang. Nah saya buatkan dong. Dalam keadaan sakit dia mampu ngabisin pure kentang yang saya buat. Ah kakak mah meski sakit juga selera makannya teuteup.

Kalau pure kentang saya buat tanpa takaran, hanya pakai ilmu kira-kira. Segera setelah kentang yang saya rebus mulai matang, saya kupas dan hancur-hancurkan dengan menggunakan garpu.

Saya menumis bawang bombay, lalu saya beri susu cair kira-kira 1 cup. Saya tambahkan garam dan lada, juga keju parut. Lalu saya masukkan kentang yang sudah hancur. Campur sampai rata kentang dan susu cair lalu diaduk-aduk sampai susu cair menyusut. Oya, saya tambahkan juga bumbu italia untuk tambah-tambah aroma.

Lalu Fachry order minta dibeliin kentang lagi ! Mau bikin pure kentang lagi ? Gaya-gayaan deh, paling ntar bosen malah nggak dimakan. Saya mikir mau bikin kentang model lain. Potato Au Gratin jadi kandidat.

Resepnya saya lihat di The Pioneer Woman.

Ingredients

  • 4 whole Russet Potatoes, Scrubbed Clean
  • 2 Tablespoons Butter, Softened
  • 1-1/2 cup Heavy Cream
  • 1/2 cup Whole Milk
  • 2 Tablespoons Flour
  • 4 cloves Garlic, Finely Minced
  • 1 teaspoon Salt
  • Freshly Ground Pepper, to taste
  • 1 cup Sharp Cheddar Cheese, Freshly Grated

Preparation Instructions

Preheat oven to 400 degrees.

Smear softened butter all over the bottom of a baking dish.

Slice potatoes, then cut slices into fourths.

In a separate bowl, whisk together cream, milk, flour, minced garlic, salt, and plenty of freshly ground black pepper.

Place 1/3 of the potatoes in the bottom of the baking dish. Pour 1/3 of the cream mixture over the potatoes.

Repeat this two more times, ending with the cream mixture. Cover with foil and bake for 30 minutes. Remove foil and bake for 20 minutes, or until potatoes are golden brown and really bubbling. Add grated cheese to the top of the potatoes and bake for 3 to 5 more minutes, until cheese is melted and bubbly.

Allow to stand for a few minutes before serving by the spoonful. Delicious!

Nah, minggu pagi kemarin kami semua makan Potato au Gratin. Menurut saya hasilnya kurang maksimal karena saya pakai kentang yang saya beli di tukang sayur. Rasanya akan lebih enak kalau pakai kentang tes.

Setelah itu disambung dengan nasi putih, ikan bakar dari Makassar dan dabu-dabu. East meets West , lah … J

 

shortlink  : http://wp.me/pflvw-mz

Advertisements

4 thoughts on “Minggu Pagi dengan Potato Au Gratin

  1. Pingback: Nasi Kerabu Biru , Birunya dari Bunga Talang | When Time to Cook Comes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s