Cooking Class di Ten Ten Restoran

Tempura (天ぷら or 天麩羅, tenpura?) adalah panganan khas Jepang berupa irisan tipis ikan, cumi, udang dan seafood lainnya atau sayuran yang digoreng dengan minyak yang banyak setelah dibaluri adonan terigu. Meskipun banyak macam bahan bisa dijadikan tempura, tapi udang bisa dibilang sebagai Queen of Tempura. Kenapa demikan ? Karena udang mendapat perlakuan khusus mulai pada saat pembuatan tempura udang hingga saat penyajian. Di antara gorengan tempura-tempura yang lain, tempura udang diletakkan pada posisi yang akan menarik perhatian. Dialah point of interest, selain memang rasanya yang enak.

Cerita tentang udang, saya masih merasakan exited-nya menyelam dan bertemu sekawanan udang yang berlarian di dasar laut yang dangkal di antara karang-karang dan tumbuhan laut lainnya. Udang-udang yang transparan, bergerak dengan cepat, kadang bergerombol kadang berenang sendirian. Udang-udang itu berenang dengan badan yang lurus, cenderung lurus lah, belum bisa dibilang bungkuk.

Udang di lautan seperti layaknya hewan laut lainnya, bukan hewan yang jinak, nurut dan ikhlas dipegang-pegang. Nggak mungkin udang
mau menghampiri saya. Sayalah yang menghampiri dia, dan dia kabur dengan cepatnya .. wushh … wusshh….

Nah, kalau ada pepatah bilang ‘bongkok seperti udang’, sepertinya itu adalah udang yang sudah lama diangkat keluar dari habitatnya. Udang yang baru dipanen masih cenderung lurus. Makin lama di darat udang akan melengkung membentuk huruf U. Kalau belanja di pasar pasti saya pilih yang cenderung lurus. Kita pilih yang segar, kan ? J

Tapi selurus atau sebengkok apapun udang ketika masih mentah, ketika kita masak udang akan melengkung. Nah, lalu gimana caranya udang yang sejak lahir ditakdirkan bungkuk, bisa lurus 180 derajat ketika dimasak jadi tempura ?

Ta … da… ternyata itu ada trick-nya lhoo … dan trick itulah yang diajarkan oleh Chef Dian Kusyanto di acara Cooking Class di Ten-Ten Restoran. Cooking Class ini diselenggarakan oleh Indonesian Food Blogger bekerja sama dengan Boga Group.

Selain trick tentang ‘meluruskan udang’, ada banyak pertanyaan yang terjawab setelah mengikuti Cooking Class ini seperti

Berapa derajat celcius panas yang disarankan untuk menggoreng tempura ?

Bagaimana cara kita mengetahui panas minyak yang sesuai untuk menggoreng tempura ?

Wajan apa yang disarankan untuk menggoreng tempura ?

Bagaimana komposisi bahan yang disarankan untuk membuat tepung tempura 

supaya hasilnya 11-12 sama tepung tempura jadi?

Kenapa bahan harus diiris tipis ?    

Pada sesi pertama Chef Dian memperagakan bagaimana cara menyiapkan omurice dengan topping tempura. Omurice atau omu-rice (オムライス, Omu-raisu?) sendiri adalah nasi goreng yang dibungkus dengan telur dadar. Berhubung cooking class-nya di resto Jepang, jadi telur dadar itu diberi istilah tamagoyaki.

Tempura disiapkan terlebih dahulu. Udang mendapat perlakukan yang spesial karena mungkin ada pakem tertentu yang menyebutkan udang dalam tempura harus disajikan lurus bak penggaris. Jadi caranya adalah dengan mengupas kulit udang dengan menyisakan bagian ekornya. Lalu potong secara diagonal urat yang terdapat di bagian dalam udang, mungkin tepatnya bagian perut yang menempel dengan kaki-kaki udang. Catatan, kaki-kakinya sudah dibuang yaa , berbarengan pada saat mengupas kulit udang.

Jadi menurut Chef Juna ehhh .. salah … Chef Dian, urat tersebut yang membuat udang akan melengkung pada saat dipanaskan. Setelah urat tersebut dipotong, udang musti dipijat-pijat atau diurut-urut di dalam tepung terigu. Setelah diurut-urut barulah dimasukkan ke adonan tempura lalu digoreng dalam minyak panas.

Mengenai wajan yang sebaiknya digunakan untuk memasak tempura, meski pada saat demo Chef Dian menggunakan deep fryer, tapi untuk konsumsi rumahan Chef Dian menyarankan untuk menggunakan wajan datar yang tingginya sekitar 10 cm. Supaya hemat minyak, yaa J

Kalau nggak salah nih panas minyak yang dibutuhkan untuk menggoreng adalah sekitar 170 derajat celcius. Atau bisa diuji dengan memasukkan sedikit adonan tepung tempura. Adonan tepung akan segera naik ke permukaan minyak menandakan kalau minyak siap untuk dipakai. Kalau Chef Dian ngetesnya dengan memasukkan tangannya ke dalam minyak. Hmm… pernah kuliah debus, ya Chef ?

Pada saat kita masukkan udang yang sudah dibaluri adonan tepung tempura, tambahkan sedikit-sedikit adonan tepung ke udang tersebut. Bisa dengan tangan, bisa dengan sumpit atau pakai saja sendok.. Udang yang diputus uratnya dan diurut-urut dengan benar akan menghasilkan gorengan tempura udang yang lurus cantik.

Sayur-sayuran yang lain lalu digoreng dengan menggunakan adonan tepung tempura yang sama. Untuk menggoreng tempura kita hanya perlu waktu dua sampai tiga menit saja. Sayuran sengaja dipotong tipis agar cepat matangnya. Jangan sampai yang diluar sudah krispi tapi yang di dalam masih mentah J

Untuk menggoreng omurice sama seperti kita bikin nasi goreng biasa. Masukkan minyak, sayuran, nasi, lalu bumbu lada dan garam, terakhir Chef Dian memasukkan butter resep rahasia Ten-Ten Restoran. Butter ini yang membuat harum nasi goreng. Kalau kita nggak punya butter Ten-Ten, setidaknya kita bisa mengikuti gaya Chef Dian memasukkan butter yang tersedia di pasaran di sesi terakhir pembuatan nasi goreng untuk menghasilkan nasi goreng yang harum dan lezat.

Nasi goreng atau butter rice ini akan menjadi omurice ketika dia dibungkus dengan telur dadar atau tamagoyaki. Dengan tools khusus, Chef Dian membungkus nasi goreng tersebut menjadi omurice. Lalu dihiaslah omurice dengan tempura udang dan sayuran serta diberi demiglace sauce. Mantab, kan ?

Dari tadi ngomongin Chef Dian tapi yang kena foto cuma tangannya. Supaya nggak penasaran, ini dia orangnya J

Setelah itu giliran kami-kami yang dibagi beberapa kelompok untuk langsung mempraktekkan apa yang sudah dilakukan oleh Chef Dian. Grup saya ada tiga orang. Saya, Dhani dan Cindy. Saya bagian foto-foto, Cindy masak nasi goreng alias butter rice sedangkan Dhani yang kebagian masak tempura.

Cindy sedang menyiapkan nasi goreng atau butter rice.

Dhani sedang menyiapkan tempura

Chef Dhani dan Chef Cindy sibuk menghias Tempura Omurice

Setelah sesi masak selesai, Chef Dian kembali memperagakan bagaimana membuat panna cotta.

Panna cotta adalah dessert dari Italia. Pembuatannya hamper mirip dengan pembuatan pudding. Panna cotta dibuat dengan menggunakan whipped cream yang dimasak sekitar 70 derajat celcius lalu dicampur dengan gelatin.

Mengapa harus menggunakan whipped cream untuk membuat panacotta ?

Bisa nggak pakai susu untuk mengganti whipped cream ?

Kalau nggak punya gelatin lembaran,bisa nggak diganti sama gelatin bubuk ?

Kalau nggak punya gelatin, bisa nggak diganti dengan agar-agar ?

Berapa derajat celcius panas yang dibutuhkan untuk merebus whipped cream ?

Pannacota … enak nggak ? J

Nah ini pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan kita tanyakan yang berhubungan dengan panna cotta.

Kenapa pakai whipped cream ? laahh itu emang resepnya begitu dari sananya…heuheu ….Oke…oke dengan menggunakan whipped cream, panna cotta terasa begitu lembut. Kalau digantikan susu mungkin bisa saja , ya. Cuma mungkin agak berkurang creamy-nya. Di beberapa resep malah menggunakan whipped cream dan susu sekaligus.

Chef Dian menggunakan gelatin lembaran untuk membuat panna cotta. Kebetulan hari sebelumnya saya lihat gelatin lembaran di KemChick. Aduh, mak gelatin lembaran mahal sekali harganya L . Tapi kalau ada gelatin bubuk , kita bisa menggantinya dengan takaran yang sama. Sedangkan kalau tidak ada gelatin bisa diganti dengan agar-agar. Untuk resep ini bisa diganti agar-agar sebanyak 2 gram.

Panna Cotta enak nggak ? … yaa enak dong … Karena kebetulan meja kami sebelahan dengan meja Chef Dian, panna cotta sample mendarat di meja kami.

Ini resepnya

Kami kemudian dijamu makan siang. Pilihan saya adalah Tendon Black Pepper. Tendon Black Pepper adalah tempura yang dihidangkan dengan nasi.

Pilihan menu yang lain,

Hidangan pencuci mulut yang mantab

Terima kasih kepada Ten Ten Restoran yang sudah memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi kami semua.

Ten Ten Tempura House 
Basement Level unit 16-17, Plaza Indonesia
Phone  : ( 021 ) 751 23 69

Juga ada di Pondok Indah Mall I (level 2, dekat Cinema XXI).

Acara cooking class kemarin diadakan di Ten Ten Resto yang berlokasi di Plaza Indonesia. Resto didisain seperti ruangan di rumah, jadi kesannya hangat dan akrab. Ada rak-rak lemari yang diberi pajangan unik dan lucu.

Seperti pada beberapa resto Boga Group, ruangan disiapkan dengan konsep terbuka. Tidak ada sekat pintu ataupun jendela yang membatasi resto dengan pedestrian. Demikian juga dengan dapur yang diberi jendela kaca sehingga memungkinkan pengunjung menyaksikan atraksi pada juru masak.

Pilihan menu di Ten Ten Restoran sangat beragam. Ada 164 pilihan menu !!

Ini sebagian yang bisa saya share :

Tenbara Donburi disajikan dalam mangkuk berisi nasi yang diatasnya diberi tempura cacahan udang dan jamur. Tenbara makin nikmat dengan tambahan topping irisan seaweed dan wijen

Spice Beef Kinoko Don ini enak sekali, meski bukan pilihan saya ketika pesan. Tumisan daging sapi dan jamur yang disajikan dengan sayuran sangat menawan hati. Semakin lengkap dan segar rasanya dengan tambahan miso soup.

Yang satu ini pilihan saya, yaitu Tendon. Tendon adalah tempura di atas nasi. Untuk Tendon sendiri ada beberapa pilihan yaitu Original, Black Pepper, Seaweed, Spice dan Curry. Seperti halnya Kinoko Don, Tendon juga disajikan dengan tambahan miso soup.

Kalau ingin mencoba menu di Ten Ten Restoran saya sarankan untuk membawa kartu kredit atau debit Citibank. Karena Ten Ten mengadakan promo Buy 2 Get 3 khusus untuk main course yang berlaku dari tanggal 19 April – 19 Mei 2013 khusus pemegang kartu tersebut. Lumayan, kan datang bertiga bayar untuk dua orang J

Selamat menikmati…

Advertisements

2 thoughts on “Cooking Class di Ten Ten Restoran

  1. mba ningsih…watta small world yaah? syenangnya bisa cooking class brg ibu vania…..my fav food blogger hehee…yg kyk ginii nie bikin terinspirasi. obtw mba ning ada kemajuaan skrg soal foto memfoto…one step a head nih. keyeeennyah! keep on syut mba yaa, hehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s