Bawang Merah, Jual Mahal Aja Deh !

 

bawang1

Saya nggak tahu sampai kapan saya dalam kondisi selalu mengenang masa-masa indah belanja di Mas No, tukang sayur keliling di kompleks saya. Masa-masa di mana dengan uang seribu rupiah bisa dapat 3 butir tomat, dua ribu  rupiah dapat wortel 3 buah, serta dengan uang seribu rupiah kita sudah dapat satu bungkus cabai merah beserta rawitnya.

Masa-masa itu sudah hilang. Tomat yang kecil sekarang sebutirnya seribu rupiah, begitu juga dengan wortel. Cabai ? minimal beli dua ribu rupiah untuk dapat sebungkus kecil cabai. Itu baru yang angka seribuan, belum lagi urusan protein hewani seperti ayam, ikan , daging. Jangan ditanya.

Ketika harga bahan-bahan masakan membentuk kurva naik, saya masih bisa beli bawang merah dengan harga delapan ribu rupiah untuk satu kilo bawang. Masih ada tukang bawang yang keliling kompleks yang menawarkan dengan harga yang reasonable. Sampai pada suatu masa ketika saya pergi ke pasar dan bertanya berapa harga bawang merah.

Lima puluh ribu pasti bukan nilai yang tinggi untuk  sepiring wangyu steik yang dimasak medium-done. Tapi untuk sekilo bawang merah yang biasanya delapan ribu rupiah, harga lima puluh ribu sudah bikin kita keselek. Mangkanya, tukang sayur di pasar senyum senyum setelah memberi tahu harga bawang. Maklum dong ah. Pasti sudah banyak ibu-ibu mengundurkan diri membatalkan pembelian, atau menurunkan kuantitas pembelian bawang merah.

Setelah ribut-ribut soal harga bawang yang melambung, masalah import-lah, masalah dokumen nggak lengkaplah, masalah tertahan di pelabuhan-lah dan kemudian para pejabat seperti kebakaran jenggot ngurusin bawang, saya pikir harganya sudah turun ke nilai yang bisa diterima akal sehat.

bawang2

Tapi itu cuma mimpi siang bolong aja. Tadi pagi (29/3/2013) ternyata bawang merah masih empat puluh lima ribu rupiah sekilonya !

Mas No sebagai tukang sayur berpengalaman pusing juga sama barang dagangan yang naik. Dulu ketika cabai merah belum meroket harganya, kalau kita beli cabai Mas No akan mengambilkan sesuai dengan kebutuhan kita. Tapi ketika cabai merah naik gila-gilaan, Mas No punya akal yaitu dengan mengkantongplastikkan cabai merah dan menjualnya per kantung. Mungkin ada cost tambahan beli kantong, tapi ternyata dengan cara itu Mas No bisa lebih efektif menjual cabai merahnya. Dia sudah timbang dari rumah dan dia gak perlu cape-cape menakar berapa cabai merah yang akan dibungkus sesuai permintaan. TInggal jual per kantong tiga ribu perak. Yang mau silakan ambil , yang gak mau Mas No tidak melayani customized order.

Sekarang bawang merah mendapat perlakuan yang sama dengan cabai merah dulu. Mas No menjual sekantong bawang merah sebesar lima ribu rupiah. Dan , tahu kah anda berapa banyak bawang merah per lima ribu rupiah ?

Coba aja lihat foto di awal tulisan dan di bawah tulisan ini. Lima ribu rupiah ya segitu itu banyak bawangnya !!

 

bawang3

Bawang merah jual mahal sekarang dia jadi ratu dapur, mengalahkan saya sebagai Queen of My Own Kitchen yang sudah saya pegang kedudukan itu bertahun-tahun lamanya !

Bawang merah dieman-eman, disayang-sayang penggunaanya. Jangan sampai ada sebutirpun menggelinding ke tempat yang tak terjangkau, dan jadi tak terpakai.

Betapa mahalnya bawang merah, betapa jual mahalnya dia. Saya nggak perlu menunggu mengiris bawang merah dalam jumlah besar untuk mendapat efek menangis.

Sekarangpun, sebelum bawang-bawang itu dikupas dan diiris tipis, mata saya sudah menangis duluan, sambil melirik isi dompet yang dengan cepat menipis. edit11

Advertisements

2 thoughts on “Bawang Merah, Jual Mahal Aja Deh !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s