Resto Review : Brunch di Pepper Lunch

Seperti yang nyata-nyata terlihat , saya ini bukan aktivis blog yang rajin upload posting-an. Bukan juga yang aktif secara online maupun offline. Pendiem gitu deh, cenderung nggak punya teman … jiahh … Jadi saya agak surprais ketika dapat tawaran dari Mbak Anne dari grup Indonesian Foodblogger untuk ikutan datang di acara review restoran dan blog competition. Dengan Mbak Anne sendiri saya juga belum kenal sebelumnya … hihi ..*tutup muka*.

Sebelum Mbak Anne membatalkan undangan karena mungkin salah alamat, saya dengan tanpa pikir panjang (seperti biasa) langsung menyambut dengan memberi konfirmasi kehadiran saya di acara tersebut. Fuihh … soalnya jarang-jarang ada yang nawarin ginian.

Resto yang akan di-review adalah Pepper Lunch ! Ehmm… beberapa kali saya pernah makan di sana, terutama pada saat-saat ada yang bersedia mentraktir dan lunch meeting. Alhamdulilah yaa teman-temanku baik hati dan berkantong tebal, semoga selalu diberi rejeki berlimpah.

Menilik dari sisi dompet, ini resto menurut saya ukurannya medium-high. Indikator medium-high ditandai dengan kadang-kadang ketika kita melihat daftar menu, kita tercenung lama di satu menu tertentu yang harganya paling reasonable buat dompet, tapi kok sepertinya tidak tertarik, sementara yang kita ingin makan harganya melebihi batas psikologis ……Ada yang punya pengalaman sama ? Open-mouthed smile

Tapi kalo ditraktir, biasanya teman saya bilang, terserah mau pesan yang mana.  Hmm… pesannya sama deh dengan yang traktir. Ihik … sok malu aja, eh sok malu banget deh.

Dulu saya pesan steak di sana. Pyuhh…. steak-nya enak. Datang dalam keadaan mentah, lalu kita bolak-balik di hot plate yang saking hot-nya sampai dikasih kertas pembatas untuk menghindari kontak langsung dengan tangan kita. Eh ndilalah steak yang cuma dibolak-balik gitu aja langsung matang dengan empuknya. Seandainya bikin rendang bisa secepat itu, nggak perlu nyalain kompor berjam-jam dan hemat gas.

Satu lagi yang saya perhatikan adalah tulisan Pepper Lunch-nya itu lucu, ya. Khas film kartun Jepang banget. Nggak perlu tahu apa huruf-hurufnya benar-benar membentuk tulisan  ‘Pepper Lunch’ karena nulisnya ada huruf yang dempet-dempet gitu, tapi dengan logo orange dikelilingi tali merah dan tulisan imut, dari jauh sudah ketauan kalau di situ ada Pepper Lunch. Oya, coba perhatiin bagian kanan bawah ada lingkaran kecil. Kalau menurut perkiraan saya,  itu gambar telur ! Hubungannya apa ? Hmm…kemungkinan karena di beberapa menu ada diselipkan telur mentah yang dipecahkan langsung di hotplate.  Jadi ingat waktu makan steak di situ dulu ada telurnya juga … aha protein yang sangat lengkap Open-mouthed smile

cats1e

Pada saat hari H, ketika sampai di sana saya terhenyak sesaat ketika sadar bahwa ternyata yang hadir adalah pemilik blog – pemilik blog yang termasyhur di dunia perkulineran Indonesia ! Iya, para ibu yang jago masak, jago foto, jago bikin tulisan, dan tulisan mereka jadi kiblat buat pemula-pemula macam saya ini. Seleb semua deh, kecuali saya. Hampir saja saya balik kanan bubar jalan grak … minder duluan.

Tapi eiit .. Mbak Anne dengan ramahnya menyambut kehadiran saya dan memperkenalkan ke teman-teman yang lain. Dan, ada Mbak Vania !! Duh, keren. Vania yang blog cantiknya sengaja saya bookmark ada di depan saya ! Mudah-mudahan dia jadi tim juri aja deh dan gak ikut kompetisi  he he …Open-mouthed smileDan ternyata setelah saya ingat-ingat, beberapa kali saya juga sudah pernah berkunjung ke blog Mbak Anne yang juga keren dan infromatif banget. Saya bersyukur sekali dapat kesempatan untuk bergabung dalam acara ini sehingga sedikit banyak ada yang bisa saya pelajari dari mereka, para foodblogger. Terima kasih, ya Mbak Anne Smile

Pepper Lunch yang kami review terletak di Cilandak Town Square lantai 2. Buat yang tinggal di Jakarta tempat yang populer dengan sebutan Citos itu nggak perlulah dikasih tau lokasinya di mana. Citos gitu loh ! Tapi yang di luar kota dan belum pernah isi absensi di Citos, ini saya kasih tau denahnya.

Papper Lunch, Citos
Papper Lunch, Citos

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jika tidak sempat ke  ke Citos, teman-teman yang rumahnya di Bandung, Surabaya, Medan, Bali  dan Makassarpun dapat menikmati Pepper Lunch di kota masing-masing, karena Pepper Lunch sudah hadir di kota-kota tersebut.

Kalau di Jakarta, selain di Citos, Pepper Lunch dengan mudah bisa kita temui di mall-mall seperti Plaza Senayan, Plaza Indonesia, Mall Taman Anggrek, Gandaria City dan sebagainya.

Meskipun Pepper Lunch adalah resto Jepang, layout ruangannya bukan model Jepang minimalis seperti resto Jepang pada umumnya. Layout ruangan Pepper Lunch menurut saya lebih ceria meskipun salah satu sisi dindingnya dicat warna hitam. Sang interior disainer memanfaatkan kekuatan komik  Jepang dengan tulisan-tulisan ber-font  imut di beberapa sisi ruangan resto. Saya suka dengan pencahayaan di resto tersebut. Ada beberapa lampu gantung yang memancarkan warna kuning, ada juga bagian lain yang menggunakan lampu putih yang memberi kesan terang. Cocoklah buat Lunch di tempat yang terang.

cats14

Yang pingin saya contoh dari Pepper Lunch kalau renovasi rumah adalah temboknya yang dibentuk seperti bertekstur batu bata. Kesannya jadi agak-agak rustic. Apalagi dilengkapi dengan lampu gantung hitam yang sepertinya menyesuaikan diri dengan plafon.

Plafon ini sebenarnya yang agak mengganggu penglihatan saya, tidak tau penglihatan orang lain bagaimana.  Saya tidak  suka dengan plafon yang terbuka yang menampilkan kabel-kabel, pipa air atau saluran AC. Tapi justru banyak tempat makan plafonnya dibiarkan terbuka. Saluran-salurannya lalu dibungkus dengan bahan berwarna hitam atau perak. Dengan plafon terbuka begitu, kemungkinan serangga-serangga akan gampang jalan-jalan di situ  atau sarang laba-laba lebih mudah terbentuk.

cats4e

cat5

Untuk memudahkan customer mencari tahu bagaimana cara menyantap hidangan, Pepper Lunch menyediakan layar TV yang menyiarkan langkah-langkah yang harus kita lakukan ketika hidangan sampai di meja. Dengan demikian kita sebagai customer tidak perlu tanya-tanya ke para pelayan. Kalaupun kita tidak menyadari kehadiran TV tersebut, pelayan akan menjelaskan dengan sopan dan jelas.

Pada resto review kali ini makanan yang akan di-review adalah keluarga Pepper Rice. Kami bisa memilih antara Beef Pepper Rice, Salmon Pepper Rice atau Chicken Pepper Rice. Saya pilih Beef Pepper Rice.

Pepper Rice sendiri adalah nasi, sesuai dengan namanya, yang diberi bumbu khas Pepper Lunch, dibentuk pipih bundar. Di atas nasi diberi taburan daun bawang dan jagung manis,  lalu sekelilingnya diberi beef, salmon atau chicken sesuai dengan pilihan masing-masing. Pepper Rice dihidangkan panas di atas hot plate bersuhu 260 derajat celcius.

Segera setelah dihidangkan, kita musti mencampur rata semua yang ada di atas hot plate. Special butter yang ada di dalam nasi akan memberikan aroma dan rasa yang sangat khas Pepper Lunch. Begitu juga aroma lada yang sayup-sayup sampai di indera penciuman membuat kita ingin segera mencoba hidangan tersebut.

cat6

Untuk ladanya sendiri, Pepper Lunch menggunakan butir lada yang digiling tiap hari. Jadi kalau pada hari ini tidak habis, tidak boleh dipakai untuk besok. Besok musti giling lagi.

Sebelum ditambahkan saus-saus yang tersedia di meja, cobalah dulu versi bumbu yang diracik para koki. Kalau ada terasa kurang asin, manis atau kurang pedas barulah kita sesuaikan. Kalau mau tambahan rasa asin kita bisa tambahkan garlic sauce. Untuk rasa manis bisa ditambahkan honey sauce dan yang pedas tentu saja ditambahkan pepper atau lada. Tapi saya agak lupa ya, apa ada juga saus sambal atau saus tomat. Sepertinya tidak ada.

Buat saya yang sedang mengurangi garam dalam masakan, Beef Pepper Lunch di depan saya ini agak sedikit gurih asin. Untuk menyeimbangkan rasa maka saya tambahkan honey sauce sedikit saja. Saya tidak tambahkan lagi lada. Buat saya, lada yang membuat nikmat, aroma dan aksen rasa yang kuat pada pepper rice ini sudah cukup. Pas deh.

cats7

Yang sangat perlu diperhatikan adalah tentang hot plate. Sesuai namanya, hot plate ini begitu panas (260 derajat celcius) dan bertahan  di suhu 80 derajat celcius selama 20 menit. Yang artinya kalau durasi makan kita adalah 20 menit, maka panas hot plate bertahan sampai suapan terakhir.

Untuk menjaga agar tidak terjadi kontak dengan anggota tubuh, maka di sekeliling hot plate diberi oil paper atau kertas yang berfungsi sebagai pagar. Jadi kertas tersebut jangan dipindahkan ketika sedang makan. Untuk anak-anak tentunya harus dengan pengawasan orang dewasa.

cats8

Nah gimana kalau kita mau take-away ? Mbak Rika dari Pepper Lunch memberi keterangan bahwa Pepper Lunch juga melayani take-away. Tentunya makanan tidak dihidangkan dengan hot plate. Kebayang , kan gimana repotnya kita bawa benda panas dijinjing pulang. Pepper Lunch akan meracik hidangan dan mencampur/mengaduknya di tempat, lalu dipindahkan ke wadah lain untuk delivery.

Pepper Lunch menjaga konsistensi menu yang dihidangkan. Untuk setiap lokasi harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Setiap bahan yang digunakan ditimbang sesuai standar. Dapur harus dijaga kebersihannya. Semua juru masak menggunakan sarung tangan plastik untuk menghindari kontak langsung dengan bahan makanan.

Jadi nih, kalau kita datang berdua lalu sama-sama pesan Beef Pepper Rice, nggak usah nyontek atau ngiri teman kita dapat beef lebih banyak. Sama !! … semua sama timbangannya, nggak di jakarta nggak di Makassar.

cats12

Kami juga diberi kesempatan untuk mencicipi Red Velvet Cake yang dihidangkan dalam gelas. Seperti biasa, red velvet cake adalah sponge cake yang disusun dalam beberapa lapisan, antara tiap lapisan ada cream keju. Di bagian atas diberi remah-remah halus sponge cake.

Pepper Lunch juga menyediakan cup dessert lain dengan beberapa varian rasa dan juga menyediakan ice cream khusus untuk Pepper Lunch resto.

cats10

Karena diadakan antara waktu makan pagi dan makan siang (9.30 – 11.00), jadi saya sempatkan untuk tidak makan pagi dari rumah, sehingga semua hidangan yang disajikan bisa tandas dihabiskan. Dan sepertinya nggak mungkin nggak habis, yaa …. meski  porsinya lumayan banyak  … enak sih !cats11

Nah, siap-siaplah pergi ke Pepper Lunch. Selain Pepper Rice di sana juga banyak variasi menu Pepper Rice yang lainnya seperti Curry Beef Pepper Rice, Wangyu Pepper Rice dan kawan-kawannya. Steak-nya juga tampil dengan beberapa variasi seperti Hamburg Steak, Chicken Steak & BBQ Wangyu. Banyak deh !

Ah ya .. satu lagi yang paling penting. Ini resto halal, yaa …. Smile

 

Lokasi Jakarta :

Citos, Plasa Senayan, Plaza Indonesia, Taman Anggrek Mall, Gandaria City, Summarecon Mall Serpong, Central Park, Supermal Karawaci, Senayan City, Emporium Pluit, Kelapa Gading, Puri Mall, Ciputra Mall, Pondok Indah Mall,Kuningan City, Mal Alam Sutera, Kota Kasablanka.

 

Referensi :

– Grand Opening Pepper Lunch Cilandak Town Quare Letter

http://www.pepperlunch.com.sg/

Advertisements

2 thoughts on “Resto Review : Brunch di Pepper Lunch

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s