New York Bagel

IMG_2866

Ketika berada di tempat asalnya, saya justu tidak memperhatikan hal ihwal mengenai Bagel, makanan yang sering dijumpai di jalan-jalan di sana. Sungguh mungkin  itu karena jiwa kuliner saya waktu itu belum tumbuh, nggak ada niat untuk mencoba makanan khas di daerah itu. Saya cuma mau realistik saja. Ngapain ya kita makan roti yang kelihatannya keras begitu sementara ada roti lain yang menul-menul empuk nian bertabur cinamon dan tepung gula ?,

Kemudian ketika minggu lalu saya dengan tidak sengaja membaca blog kuliner yang membahas tentang bangel, ada sedikit ceceran ingatan yang perlahan muncul tentang New York , kota di luar negeri yang pertama saya datangi.

Buat saya yang hanya sesaat berada di sana, New York adalah street dan avanue, kota dengan denah kotak-kotak yang begitu gampang dikenali walau baru pertama kali ke sana.

Semua orang yang saya jumpai selalu dalam kondisi bergegas. Jalan cepat dan ngerem mendadak ketika lampu tanda menyebrang orang berwarna merah. Yap, pasukan manusia ini langsung berhenti lalu memberi jalan buat kendaraan yang mau lewat. Dan ketika lampu penyebrangan berwarna hijau, kembali orang-orang itu menyebrang dan jalan dengan tergesa..Pada saat itu saya akui bahwa di situlah pertama kali saya lihat orang begitu banyaknya siang dan malam. Itukah alasan New York disebut sebagai Sleepless City ?

Di beberapa tempat saya menjumpai kaki lima yang menjual kaos-kaos dan souvenir khas New York. Kaki lima di kota dunia ? yang bener aja ? … Iya bener, setidaknya dulu ketika saya ke sana saya beli kaos 10 dolar dapat tiga dengan merk digunting … he he he . Kaki lima yang lain adalah penjual makanan yang menggunakan gerobak. Aroma pretzel dan bagelnya memang menggugah selera. Tapi saya nggak beli ! Ya itu tadi alasannya, ngapain beli roti yang keliatan keras begitu !

KEmbali ke resep bagel, saya lihat di web http://www.sophisticatedgourmet.com/2009/10/new-york-style-bagel-recipe/>

Detail dia tulis langkah pembuatannya di sana, saya tulis cara saya di sini.

 

Bagel Recipe

Bahan

2 teaspoons of active dry yeast

1 ½ tablespoons of granulated sugar

1 ¼ cups of warm water (you may need ± ¼ cup more, I know I did)

3 ½ cups (500g) of bread flour or high gluten flour(will need extra for kneading)

1 ½ teaspoons of salt

Optional Toppings:

Caraway seeds, coarse salt, minced fresh garlic, minced fresh onion, poppy seeds, or sesame seeds. (Everyone in my house prefers plain bagels, but I have no preference, so I just went with the plain, so no one could complain.)

Preparation:

1. Dalam 1/2 cup air hangat, larutkan gula dan ragi. Jangan diaduk. Biarkan 10 menit. Lalu aduk larutan gula dan ragi tersebut sampai larut di air.

2. Campur terigu dan garam di baskom besar. Gundukan terigu dibuat cekungan di tengah-tengahnya (jadi kayak kawah gunung berapi), lalu tuangkan larutan gula dan ragi .

3. Tuang setengah dari sisa air hangat ke tepung. Campur dan aduk sisa air seperlunya. .

4. Uleni adonan sekitar 10 menit sampai halus dan elastis.

5. Olesi baskom dengan minyak, lalu tutup adonan dengan kain lembab. Biarkan di tempat hangat sekitar 1 jam sampai ukuran adonan menjadi 2 kali lebih besar. Tinju adonan untuk mengeluarkan udara lalu biarkan lagi selama 10 menit.

6. Bagi adonan menjadi 8 bagian.  Letakkan 1 bagian adonan di talenan, tekan lembut dengan tangan , lalu buat gerakan memutar sampai terbentuk bola adonan yang mulus. Ulangi untuk 7 bagian lainnya.

7. Lumuri telunjuk dengan tepung lalu tekan tengah-tengah adonan dengan menggunakan telunjuk sehingga membentuk seperti donat. Letakkan di kertas roti yang sudah diberi minyak.

8. Tutup kembali adonan yang sudah dibentuk dengan kain lembab selama 10 menit. Nyalakan oven di suhu 425ºF / 220ºC / Gas Mark 7.

9. Rebus air di penggorengan besar sampai mendidih lalu kecilkan api. Masukkan adonan bagel ke dalam penggorengan. Biarkan beberapa saat sampai adonan muncul di permukaan air. Biarkan selama 1 menit, balik adonan, lalu tunggu 1 menit lagi sebelum diangkat.

10.  Keluarkan adonan yang sudah direbus, lalu diberi topping sesuai keinginan kita. Atau malah tidak usah dikasih topping apa-apa. Sebelum diberi topping, olesi permukaan adonan dengan telur.

11. Letakkan adonan bangel di loyang yang sudah diberi minyak.

12. Masukkan oven selama 20 menit sampai berwarna cokelat keemasan.

13. Sudah matang silakan dinikmati. Kalau sabar, dinginkan dahulu di cooling rack, kalau nggak sabar langsung aja dibelah lalu diolesin butter atau cheese spread.

cats

Kelihatan ribet yaa bikinnya ? Tapi sebenarnya enggak terlalu ribet kalau kita biasa bikin donat atau roti. Cuma lucu, ya pakai direbus segala.

Hasilnya memang roti yang tampak keras di luar, tapi setelah kita belah dalamnya ‘lumayan’ lembut . Meski nggak selembut roti-roti Asia.

IMG_2874-e

Lalu, sarapanlah pagi hari yang cerah ini diiringi Frank Sinatra yang nyanyi dengan merdunya … New York New York …

 

Start spreading the news
I am leaving today
I want to be a part of it
New York, New York

These vagabond shoes
They are longing to stray
Right through the very heart of it
New York, New York

I want to wake up in that city
That doesn’t sleep
And find I’m king of the hill
Top of the heap

My little town blues
They are melting away
I gonna make a brand new start of it
In old New York

If I can make it there
I’ll make it anywhere
It’s up to you
New York, New York

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s