Cokies Cokelat Kacang a.k.a. Pennylane’s Chocolate Cookies

IMG_3138

DSC00036 DSC00043 IMG_3131

Ini kelemahan saya. Saya terlena karena beberapa kali selalu berhasil membuat makanan, sehingga saya menggampangkan proses. Suka ketemu hal seperti ini, kan, bukan cuma waktu bikin kue aja. Ini ceritanya :

Saya kembali mengikuti resep dari blog Riana. Uhh… Riana…I love you deh… meski belum pernah komunikasi langsung sama kamu.

Siapa sih yang nggak ngiler ler ngelihat PennyLane’s chocolate cookies ? Meski mungkin aja ada yang gosong-gosong[tapi kayaknya enggak deh, secara dia jago banget masaknya], tapi foto-fotonya ituuhh….huuhhh….. batu dingin !!….. cool !! rock !!…, gitu kata Chincha Lowrah.

Ingredient bisa dilihat di site itu. KEnapa saya ngga mau tulis di sini ? Yaa biar anda-anda tengok blognya Riana dongg … kan gue juga nyontek dari dia..hehehe.. Tapi karena dia pake bahasa Inggris, kadang keselimur [apa tuh bahasa indonesianya] dikarenakan sayanya yang ngga mudeng jadi musti ulang-ulang bacanya. Kadang dia pake istilah dunia masak-masak yang nggak saya tahu. Jadi inget waktu pertama belajar nyobain resep saya tanya hal-hal remeh temeh ke Dnoy. Denoy kuuu…untung kau begitu sabaaar balesin sms gue yang bolot ini.

Kayaknya ngga ada catatan khusus pada saat membuat adonan yang kemudian dimasukkan ke lemari es setelah ditutup pakai plastik. Ah gampangnya, pikir saya. Sesaat setelah masukin adonan ke kulkas, anak saya minta jalan-jalan. Okee lah… adonan saya tinggal dulu yaa … bye …byee … sampai ketemu nanti yaa di oven.

Pergilah kami sekeluarga jalan-jalan, makan-makan, ketawa-ketiwi dari pagi sampaaaii jam 7 malam! Haa…. apa kabar adonan ? Di resepnya kan cuma 30 menit di lemari es, ini adonanku bersemayam lebih dari 7 jam !

Menurut teori [again], adonan yang masuk kulkas harus didiamkan dulu sampai mencapai suhu ruang. Hm… rasanya saya sudah melakukan itu sampai terjadi kejadian aneh tapi nyata.

del.icio.us Tags:

Adonan saya yang tampak menul-menul lucu itu ketika masuk oven lambat laun melebaaarr …. huaaa …. seperti es cream yang masuk oven ! Wadoww… wadow…. saya nggak tau musti ngapain selain menunggu sampai pennylane’s cookies wanna be itu matang dan … gak bisa diambil dari loyang kecuali dikopek-kopekin [apa tuh bahasa INdonesianya]sama Afif dan Fachry.

“Bu, enak nih kue cokelatnya !” kata anak-anak sambil , menyelusuri jari telunjuk  di loyang, lalu dengan santai jilat-jilatin adonan cokelat di jari mereka. Ajaib, loyang bersih dioperasi Fachry dan Afif! Aduh…Nak, itu produk gagal aja laku yaa…hahaha….

Untuk etape selanjutnya, saya pakai kertas kue kecil-kecil sebagai alas, jadi kalau adonan mau melebar, ya cuma melebar di batas kertas kue tsb. Kayaknya saya nggak baca detail resep Riana tentang parchment paper.

Huh… akhirnya jadi juga, dan cookie itu rasanya …. enak banget. Thanks Riana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s