Klapertaart Lagi !

 Ini kali ketiga saya buat klapertaart.  Minggu kemarin saya janji sama Reti buat bawain klapertaart. Cuma  pas lagi dibutuhkan, tukang kelapanya ngga dagang. Di tempat lain ada tukang kelapa, tapi ngga ada kelapa yang muda. Klapertaart tanpa kelapa jadinya seperti Monas tanpa emas .. taela !

 Kamis malam pulang kantor saya coba lagi ke tukang kelapa muda. Untungnya ada. Seperti biasa saya minta yang muda dan dagingnya yang tebal. Ah siapa yang nggak mau seperti itu, meski cuma untuk segelas es kelapa muda. Limabelas ribu rupiah dapet empat gelundung yang sama abangnya udah dibelah sekalian. Tinggal dikerok aja di rumah. Tiga butir berisi daging yang tebal dan empuk sedang yang satu masih kemudaan. Ngga apa-apa, itu lebih baik daripada kelapa yang dibeli sama Ati. Dagingnya tebel tapi udah ketuaan buat klapertaart. Jadinya malah bikin lepet ! Tukang kelapa muda andalan ini berlokasi di depan pintu gerbang perumahan Alfa Indah. Dia buka 24 jam !

 

Resepnya sama dengan kemarin. Cuma kali ini saya tambahin tape ketan hijau. Hasilnya ternyata beda. Saya rasa problemanya di sini, maksudnya di tape ketan hijaunya.

 

Kalau masalah rasa, ada yang bilang kemanisan. Tapi kombinasi rasa tape yang asem manis dan kelapa muda ternyata matab juga. Jadi kali ini ada dua problem.  Problem pertama, rasa klapertaartnya jadi manis banget meski gula sudah saya kurangi 50 gram. Problem kedua, klapertaartnya jadi kelembekan.

 

Sepertinya sih, tape ketan hijau memberi kontribusi rasa manis yang harus diperhitungkan. Jadi kalo mau bikin lain kali , gula musti dikurangin lagi. Trus masalah lembek, mungkin yaa … mungkin karena kandungan air di tape ketan hijau juga ngasih kontribusi. Makin lama disimpan  tape ketan hijau akan memproduksi air tape. Mungkin harus agak diperes kali ya, pas masukin ke adonan. Tapii kalau caranya begitu bisa jadi tapenya malah ngga ada rasanya karena air tape dikurangin. Atau mungkin, musti tambahin tepung terigu atau maizena kali.  Ada yang punya usul ?

 

Pilihan lain kalau mau bikin klapertaart bertape adalah, setelah saya pikir-pikir, mending pakai tape singkong. Kandungan airnya jelas lebih sedikit dibanding degan tape ketan hitam atau hijau. Rasanya, ya sama antara tape singkong dan tape ketan hitam. Rasa tape, apalagi ?

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s