Kenali Ovenmu – Kenali Loyangmu

Di beberapa site dituliskan, untuk memasak kue hal yang harus diperhatikan adalah mengetahui karakteristik oven yang kita pakai, terutama yang makai oven tangkring. Kita musti tahu seberapa besar api yang cocok untuk menghasilkan temperatur tertentu. Jadi, kalau bikin kue disyaratkan panas loyang antara 150 derajat celcius sampai 180 derajat celcius, maka pinter-pinterlah mengatur api kompor. Bagusnya, pakai oven yang sudah ada meter penunjuk panas.

Selain itu, ternyata ada lagi yang harus kita ketahui tentang oven. Begini ceritanya.
***
Saya begitu tertarik melihat sepasang loyang muffin ketika sedang jalan-jalan di Ace Hardware. Bahannya dari teflon, lumayan tebal .Harganya lupa, sekitar 36 ribu atao berapa lah, lupa. Loyang itu tambah cantik karena dikemas dengan gambar muffin-muffin yang baru keluar dari oven. Kelihatannya enak banget.

Saya memutuskan beli loyang itu, meski saya sama sekali belum pernah lihat resep muffin. Saya juga bukan penggemar muffin. Sedikit males sama muffin gara-gara liat Cameron Diaz dan Drew Barrymore lempar-lemparan muffin bantat yang dibikin sama Lucy Liu. Tau kan film apa itu.

Loyang lucu itu mengendap sekitar 2 minggu masih tetap ada plastiknya. Saya cari di web, dapat resep dari Ruri. Ini copy paste resepnya :

350 gr tepung terigu
230 gr butter
110 cc air
2 gr garam (gak perlu kalo butternya pake yang salted)
200 gr telur (timbangnya gak pake kulit yeee)
300 gr gula pasir
8 gr baking powder
50 gr bahan tambahan sesuka hati (misalnya coklat chip ato keju dipotong dadu)

Cara membuat :
• Rebus butter, air dan garam sambil mendidih
• Masukkan tepung kedalam kom mixer, masukkan bahan campuran butter panas-panas lalu dimixer dengan kecepatan sedang sampai hangat, masukin campuran butternya sambil dikucurin gitu ya, jangan langsung dituangin sekaligus
• Masukkan vanilla
• Masukkan telur satu persatu
• Campur gula pasir dan baking powder sampai rata, lalu masukkan kedalam adonan, kocok sampai cukup rata
• Masukkan bahan tambahan
• Masukkan adonan kedalam piping bag, potong ujungnya
• Semprotkan kedalam cetakan muffin sampai penuh taburi atasnya dengan sisa bahan tambahan
• Oven dengan suhu 160° ± 25 menit
Psstt…… dari resep ini bisa dimodifikasi sesuka hati.
Bisa ditambah coklat chips, keju, blueberry ato strawberry jam, pakein kismis, ato apa ajah yang ada di lemari dapur asal jangan ditambahin garpu yaa… hehehe
Kalo ngerasa kemanisan, boleh kurangin gulanya tapi maksimal nguranginnya 30% ajah

Pasted from  <http://kuehruri.blogspot.com/2006/01/fun-with-muffin.html

Gampang kan …. Tapi … terus saya dapet lagi resep lain yang saya catet di kertas. Karena kertasnya kebuang, jadi resepnya ngga saya tulis di sini. Saya ngga jadi bikin resepnya Ruri, tapi bikin yang resep kebuang itu. Tapi pada intinya sama, yaitu bikin muffin.

Fachry dan Afif berebutan bantu ngocok telur. Fachry yang pegang mixer, Afif puas memegang tangan Fachry yang memindahkan mixer dari tangan kiri dan kanan bergantian karena pegel. Mereka juga colek colek adonan cokelatnya. Rame jadinya anak-anak di dapur.

Setelah nggak sanggup menahan pegel pegang mixer, Fachry mengundurkan diri kembali bermain mobil-mobilan. Afif masih setia di dapur sembari bilang, ” Mau lihat … mau lihat.”

Ah akhirnya jadi juga adonan muffinnya. Loyang cetakan muffin sudah dicuci dan siap dikasih adonan. Adonan itu menghasilkan 16 muffin. Oya .. Sebelumnya oven tangkring andalan sudah saya panaskan.

Setelah semua siap, saya masukkan loyang ke oven. Tapi .. Lhaa kok … ahh … kok ngga muat !!!! … Loyangnya kegedean !!! … Atau dengan kata lain, ovennya kekecilan !!!! … Waallahhh …. !!!

Bingung deh saya waktu itu. Loyang saya keluarkan dan saya ganti posisi masuknya ke oven. Ternyata tetep saja ovennya kekecilan … !!

Tapi show must go on. Anak-anak sudah berharap ibunya bikin makanan enak. Saya ngga berfikir untuk ganti loyang yang lain. Karena selain adonannya lengket banget, saya kan lagi bikin muffin, bukan bolu. Sementara Fachry teriak-teriak,” Ibuuu …kenapa buuu ??? Kuenya udah jadi yaaa …Gagal yaa buuuu !!” Kacau deh.

Kemudian, pintu oven yang nggak bisa ketutup itu saya tutup lagi pakai kain serbet yang besar yang dijepitkan di oven. Yah, setidaknya tidak semua panas di oven lolos ke luar gara-gara pintu oven yang tidak bisa tertutup. Selain itu, api kompor saya besarkan agar panas di oven bisa lebih tinggi.

Duh … mau ketawa, saya sudah ketawa. Sebel juga karena kirain semua loyang punya
Standar ISO yang kompatibel dengan oven saya. Alasan banget.

Akhirnya jadi juga muffin-muffin itu. Meski tidak menjulang tinggi seperti muffinnya Ruri, tapi juga nggak bantat. Saya mendefinisikannya sebagai tidak gagal. Semua menikmati dengan senang, setidaknya begitu menurut saya.

***

Jadi, bukan sekedar mengenali bagaimana cara pengaturan api kompor untuk dapat panas tertentu di oven, kita juga harus tahu UKURAN OVEN yang kita punya ! Ini penting sekali. Kalau sudah seperti saya sepertinya pilihannya ada dua : kalu mau bikin muffin lagi pertama saya musti beli cetakan baru, atau yang kedua beli oven yang sesuai dengan cetakan dari Ace Hardware itu !

Advertisements

One thought on “Kenali Ovenmu – Kenali Loyangmu

  1. Pingback: Sunday Muffin - Sunday Learning « When Time to Cook Comes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s